A. PENDAHULUAN
Stres bagi banyak orang menjadi musuh utama dalam menjalani kehidupan.
Stres adalah rangsangan dalam bentuk apapun dan dari manapun yang dapat
mempengaruhi proses pikir dan tindakan seseorang. Stres dengan frekuensi dan
jumlah yang tinggi akan menimbulkan ketidakseimbangan baik fisik ataupun psikis
pada individu. Ketidakseimbangan tersebut harus
segera diselesaikan melalui pemenuhan kebutuhan berdasarkan jenis stresnya.
Selain itu juga kita dapat mengartikan stress sebagai apa saja yang
menstimulasi dan meningkatkan tingkat kewaspadaan anda. Hidup tanpa stimulus
akan sangat membosankan. Hidup dengan terlalu banyak stimulus menjadi tidak
menyenangkan dan melelahkan, dan dapat merusak kesehatan anda. Terlalu banyak
stress dapat sangat mempengaruhi kinerja.
Stres menurut ilmu psikologi dibutuhkan oleh tubuh untuk mempertahankan
diri dan menjadikan kewaspadaan pada diri seseorang. Stres ketika kita
menghadapi ujian, tindakan yang dilakukan adalah berusaha belajar keras untuk
meraih nilai yang bagus. Stres karena akan ada perampingan jumlah karyawan,
segera mungkin akan mencari lowongan kerja untuk menyelesaikan masalah. Selain
contoh stres di atas ada banyak macam stres dan penyelesaian disesuaikan dengan
jenis stresnya. Pada dasarnya bahwa stres itu harus di kelola, diatur, dan dikendalikan
dalam manajemen stres sehingga, tidak menimbulkan penyimpangan psikologis.
B. PENGERTIAN STRESS
Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik,
psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja
keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa
sakit dan gangguan-gangguan mental. Pada dasarnya, stress adalah sebuah bentuk
ketegangan, baik fisik maupun mental. Sumber stress disebut dengan stressor dan
ketegangan yang di akibatkan karena stress, disebut strain.
Menurut Robbins (2001) stress juga dapat
diartikan sebagai suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam
mencapai suatu kesempatan dimana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat
batasan atau penghalang. Dan apabila pengertian stress dikaitkan dengan
penelitian ini maka stress itu sendiri adalah suatu kondisi yang mempengaruhi
keadaan fisik atau psikis seseorang karena adanya tekanan dari dalam ataupun
dari luar diri seseorang yang dapat mengganggu pelaksanaan kerja mereka.
Menurut Woolfolk dan Richardson (1979)
menyatakan bahwa adanya system kognitif, apresiasi stress menyebabkan segala
peristiwa yang terjadi disekitar kita akan dihayati sebagai suatu stress
berdasarkan arti atau interprestasi yang kita berikan terhadap peristiwa
tersebut, dan bukan karena peristiwa itu sendiri.Karenanya dikatakan bahwa
stress adalah suatu persepsi dari ancaman atau dari suatu bayangan akan adanya
ketidaksenangan yang menggerakkan, menyiagakan atau mambuat aktif organisme.
Sedangkan menurut Handoko (1997), stress adalah
suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi
seseorang. Stress yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk
menghadapi lingkungannya.
Arti Penting Strees :
Stress menurut
Hans Selye 1976 merupakan respon tubuh yang bersifat tidak spesifik terhadap
setiap tuntutan atau beban atasnya. Berdasarkan pengertian tersebut dapat
dikatakan stress apabila seseorang mengalami beban atau tugas yang berat tetapi
orang tersebut tidak dapat mengatasi tugas yang dibebankan itu, maka tubuh akan
berespon dengan tidak mampu terhadap tugas tersebut, sehingga orang tersebut
dapat mengalami stress. Respons atau tindakan ini termasuk respons fisiologis
dan psikologis.
C. PENGERTIAN MANAJEMEN STRES
Dalam menjalankan aktifitas kehidupan, kita harus dapat ”memanage” segala
sesuatunya dengan baik. Menurut wikipedia manajemen stres adalah kemampuan
penggunaan sumber daya (manusia) secara efektif untuk mengatasi gangguan
atau kekacauan mental dan emosional yang muncul karena tanggapan (respon).
Tujuan dari manajemen stres itu sendiri adalah untuk memperbaiki kualitas hidup
individu itu agar menjadi lebih baik.
Manajemen stres adalah kemampuan untuk
mengendalikan diri ketika situasi, orang-orang, dan kejadian-kejadian yang ada
memberi tuntutan yang berlebihan. Tidak ada seorang pun yang bisa menghindarkan
diri dari stres. Namun, stres bisa dikelola sehingga justru mendatangkan nilai
positif bagi seseorang. Stres tidak boleh dihilangkan sama sekali karena dia
membantu kelangsungan hidup dan memberikan dinamika hidup (Mudjaddid, Diffy:
2005) dalam (www.OBAT STRESS :Manajemen stres.com).
Sesuai dengan pendapat (Hawari D, 2001) manajemen atau penatalaksanaan
stres, cemas, dan depresi pada tahap pencegahan dan terapi memerlukan suatu
metode pendekatan yang bersifat holistik, yaitu mencakup fisik (somatik),
psikologik/psikiatrik, psikososial, dan psikoreligius. Di bidang pencegahan
agar seseorang tidak jatuh dalam keadaan stres, cemas, dan atau depresi maka
sebaiknya kekebalan yang bersangkutan perlu ditingkatkan agar mampu
menanggulangi stresor psikososial yang muncul dengan cara hidup yang teratur, serasi,
selaras, dan seimbang antara dirinya dengan Tuhan (vertikal), sedangkan secara
horizontal antara dirinya dengan sesama orang lain dan lingkungan alam
sekitarnya.
D. MENGENALI TANDA DAN GEJALA STRES
Tanda
dan Gejala Stres
Secara umum gejala stres dapat
dikenali sebagai berikut:
1.
Gejala fisik
a.
Sering merasa sakit
kepala
b.
Pusing
c.
Gangguan telinga
(telinga berdenging)
d.
Gemetaran
e.
Perasaan jantung atau
dada terbakar
f.
Diare dan susah buang air besar
2.
Gejala emosi dan mental
a.
Gangguan tidur
b.
Ansietas atau merasa ketakutan
c.
Depresi ,tidak punya keinginan atau semangat hidup
d.
Menangis dengan tiba-tiba
e.
Merasa marah secara
tiba-tiba
f.
Tidak dapat mengambil
keputusan
g.
Tidak dapat berpikir
memecahkan masalah
h.
Tidak dapat mengambil
keputusan
E. MENGHINDARI STRES
Melalui berbagai penelitian medis maupun non medis,
pengamatan dan pengalaman hal-hal yang dilakukan untuk menghindari stres adalah
:
1)
Jaga selalu kondisi tubuh dan diperkuat dengan
mengkonsumsi makanan dan minuman sehat (4 sehat 5 sempurna) secara disiplin
(konstan makan pada jam yang sama). Tambahkan
dengan asupan multivitamin dan mineral yang cukup.
2)
Tidur dan istirahat yang cukup. Tidur merupakan salah
satu terapi untuk mengurangi kemarahan dan kesedihan karena tidur memberikan
kesempatan otak untuk rilex.
3)
Olah Raga teratur. Gerak tubuh akan merangsang
keluarnya zat ”endorphine” yaitu zat yang dapat membuat tubuh merasa nyaman
selain zat tersebut juga dikenal sebagai anti rasa sakit pada tubuh. Itulah
sebabnya yang berolah raga teratur umumnya tampak lebih fit dan bahagia.
4)
Tidak merokok. Merokok adalah kebiasaan hidup yang
baik bagi kesehatan dan ketahanan serta kekebalan tubuh.
5)
Tidak meminum minuman keras (alkohol). Dampak dari
minuman keras dapat mengakibatkan gangguan mental dan perilaku , dan juga penyakit
lever yang berlanjut pada kematian.
6)
Mengontrol berat badan ideal. Orang yang obesitas atau
sebaliknya akan menurunkan daya tahan dan kekebalan tubuh.
7)
Selalu berpikir positif karena tindakan atau perasaan
negatif pasti berasal dari pikiran negatif. Sebaliknya tindakan positif pasti
berasal dari pikiran positif.
8)
Melakukan hobby (atau hal-hal menyenangkan positif
menurut kita) karena hobby dapat membuat kita rilex dan melupakan ”sejenak”
rutinitas atau masalah yang ada misalnya olah raga, mendengarkan musik, masak,
jahit, memodifikasi mobil, motor, sepeda dan sejenisnya.
9)
Sosial ekonomi. Mengatur pemasukan dan pengeluaran
belanja. Penggunaan uang sebaiknya bersifat produktif dan pengeluaran yang
konsumtif sifatnya perlu dikendalikan dan dibatasi.
10) Jangan terpaku
pada ”rutinitas”, berani berubah, tidak malu dan ragu. Hal sederhana yang dapat
dilakukan adalah mulai dari menata ulang meja kerja, ruang tidur, rumah,
menempuh route yang berbeda ke kantor, sekali waktu makan siang atau malam di
mall sekaligus cuci mata, creambath di salon, pijat reflexi, berendam di air
hangat yang merupakan salah satu cara untuk memperlancar aliran darah dan
meredakan ketegangan. Selain itu bila ada rejeki lebih kita perlu juga
melakukan penggantian barang-barang lama kita misalnya mengganti hp dengan
model baru, ganti velg racing atau tambah accesories pada kendaraan kita atau
sedikit merubah penampilan kita dengan sepatu baru, model rambut dll (secara
phsikologi hal ini membawa ”semangat” baru).
11) Murah senyum,
tertawa lepas, bersenandung atau bernyanyi dan bersosialisasi dengan teman atau
lingkungan (perlu teman curhat, tidak memendam masalah sendiri). Kegiatan
semacam ini dapat merangsang endorphine dan serotonin dalam tubuh sehingga otak
lebih tenang.
12) Kasih sayang.
Merupakan kebutuhan psikologis sehingga masing-masing orang mempunyai rasa aman
dan terlindungi untuk ketahanan dan kekebalan keluarga sehingga tercipta
hubungan yang harmonis.
13) Yang terakhir
tetapi merupakan hal terpenting adalah Beribadah dan berdoa kepada Yang Maha
Kuasa tidak pada masa sulit saja, berbuat baik kepada semua orang, bersyukur
terhadap setiap hasil usaha kita, baik yang berhasil maupun yang tidak
berhasil, mensyukuri rejeki.
F. STRATEGI MENGATUR STRES
Selain belajar untuk menghindari penyebab stress, anda dapat pula
menerimanya secara realistis. Mencoba berteman dan belajar mengelola stress
dengan benar amat membantu anda untuk hidup lebih baik secara fisik dan
emosional serta memberi kebahagian lahir dan batin. Beberapa hal yang dapat
Anda lakukan untuk mengatasi stress adalah tindakan positif untuk menurunkan
tingkat stress yaitu :
1)
Relaksasi
Relaksasi
atau berlatih untuk mengatur cara pernafasan dapat dilakukan. Dengan kegiatan
untuk melemaskan otot syaraf seperti meditasi, yoga, latihan pelemasan, pijat,
sambil mendengarkan iringan musik lembut dan tenang atau alunan ayat suci.
2)
Berolahraga
Berolahraga
secara teratur membantu anda menurunkan stres dan meningkatkan kepercayaan
diri, selain yang terpenting dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah
penyakit. Penambahan energi untuk beraktifitas, peningkatan kualitas tidur,
daya konsentrasi, rasa bahagia dan keyakinan diri serta penurunan risiko
serangan jantung adalah manfaat penting olahraga. Olahraga ringan seperti
berjalan-jalan santai sambil menghirup udara segar selama 20-30 menit setiap
hari akan efektif untuk mengurangi stres.
3)
Cerdas Mengatur Ambang Keinginan dan Rencana
Tak
pernah ada larangan untuk bermimpi dan menginginkan sesuatu. Cita-cita dan
harapan bahkan dapat menjadi daya hidup yang menganggumkan. Namun perlu
diketahui seringkali stress muncul akibat ketidakmampuan menerima kenyataan
yang berbeda dengan keinginan atau harapan.
4)
Menjadi pribadi Asertif (Don’t say Yes, if you want to say No..!)
Sungkan dan perasaan hati yang tidak enak
untuk menolak atau mengatakan tidak kerap terjadi pada seseorang Belajar
menjadi orang yang asertif, yang mampu mengatakan No dan bukan Yes, ketika ia
memang ingin mengatakan No, memang sulit. Kita seringkali merasa tidak dapat menolak permintaan
dan akhirnya terpaksa menerima dan kemudian merasa terperangkap dengan
permintaan tersebut. Hal tersebut membuat kita merasa marah dan tidak berdaya,
lalu berujung pada timbulnya stress. Karena itu, belajar untuk menolak permintaan
(jika kita memang tidak sanggup memenuhinya), menjadi sangat penting jika anda
peduli pada kesehatan lahir batin anda.
5)
Manajemen Waktu
yang
selalu terasa sempit, juga bisa menyebabkan stress. Oleh karena itu manajemen
waktu menjadi penting. Beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mengelola
waktu dengan baik:
a.
Tentukan hasil akhir dan
jadikan skala prioritas anda
b.
Buat daftar pekerjaan
dan prioritaskan tugas dan pekerjaan yang utama terlebih dahulu
c.
Buat perencanaan sebelum
anda melakukan pekerjaan tersebut. Satu pekerjaan yang dikerjakan selama satu
jam yang telah direncanakan akan lebih efektif daripada anda mengerjakan
pekerjaan selama 3-4 jam yang tidak anda rencanakan terlebih dahulu.
d.
Kerjakan tugas anda
sesuai dengan waktu dimana anda merasa produktif. Misal, seseorang akan lebih
baik melakukan pekerjaan pada pagi hari dibandingkan sore hari. Batasi pula
gangguan seperti adanya tamu serta bunyi telepon selama waktu-waktu produktif
anda.
e.
Belajarlah untuk
mendelegasikan beberapa tugas anda
f.
Buat jadwal waktu untuk beristirahat dan bersantai.
6)
Positive Thinking
Yakinkan
diri untuk tetap berpikir positif. Selalu mengambil hikmah dari setiap kejadian
merupakan salah satu caranya. Karena apa yang seseorang pikirkan akan
berhubungan langsung pada perasaan atau suasana hatinya dan pada gilirannya
juga mempengaruhi kinerja dan produktifitasnya.
7)
Mencari Dukungan Sekitar
Berbicara
tentang suatu persoalan, mengekspresikan perasaan pada saat merasa kecewa. ataupun
sekedar membicarakan topik yang hangat, dapat membantu menenangkan hati. Oleh
karenanya, anda dapat menurunkan tingkat stress anda dengan berbicara pada
seorang pendengar yang baik yang akan membantu anda untuk berpikir realistis
ataupun mengambil sisi positif dari suatu peristiwa. Mulailah mencari seseorang
yang dapat menjadi pendengar yang baik. Anggota keluarga, teman dekat, atau
siapapun yang membuat anda nyaman untuk berbagi dan bisa dipercaya.
G. MANAJEMEN STRES DENGAN BERBAGAI
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH
Beberapa alternatif pemecahan masalah yang digunakan untuk menerapkan
sistem manajemen dalam suatu stres kehidupan yaitu :
1.
Terapi Psikofarmaka
Menurut Hawari, D (2001) mengatakan bahwa, terpi psikofarmaka adalah
pengobatan untuk stres, cemas, atau depresi dengan memakai obat-obatan
(farmaka) yang berkhasiat memulihkan fungsi gangguan neuro-transmitter
(sinyal penghantar saraf) di susunan saraf pusat otak (lymbic system).
Sebagaimana diketahui sistem limbik tersebut merupakan sebagai bagian dalam
otak yang berfungsi mengatur alam pikiran, alam perasaan dan perilaku atau
dengan kata lain mengatur fungsi psikis seseorang.
Cara kerja psikofarmaka ini adalah dengan jalan memutuskan jaringan atau
sirkuit psiko-neuro-imunologi, sehingga stressor psikososial yang dialami
seseorang tidak lagi mempengaruhi fungsi kognitif, afektif, psikomotor, dan
organ-organ tubuh lainnya. Terapi psikofarmaka yang banyak dipakai oleh para
dokter (psikiater) adalah obat anti cemas (anxiolytic) dan obat anti depresi (anti
depressant) yang juga berkhasiat sebagai obat anti stres.
Obat anti cemas dan depresi yang ideal hendaknya memenuhi kriteria antara
lain :
a.
memiliki efek terapeutik yang tinggi dalam waktu relatif singkat
b.
jangka waktu pemakaian relatif pendek
c.
efek samping yang minimal
d.
memiliki dosis yang rendah
e.
tidak menyebabkan kantuk
f.
memperbaiki pola tidur
g.
tidak menyebabkan habituasi (kebiasaan), adiksi (ketagihan), dan dependensi
(ketergantungan)
h.
memiliki efek perbaikan pada gangguan fisik (somatik) sebagai gejala ikutan
atau gejala ‘terselubung’ (co-morbidity)
i.
tidak menyebabkan lemas
j.
dan jika memungkinkan pemakaiannya dosis tunggal (single dose).
2.
Terapi Somatik
Dalam pengalaman praktek sehari-hari sering dijumpai gejala atau keluhan
fisik (somatik) sebagai gejala ikutan atau akibat dari stres, kecemasan, dan
depresi yang berkepanjangan. Untuk menghilangkan keluhan-keluhan somatik itu
dapat diberikan obat-obatan yang ditujukan pada organ tubuh yang bersangkutan.
3.
Psikoterapi
Pada pasien yang mengalami stres, kecemasan dan atau depresi selain
diberikan terapi psikofarmaka (anti cemas danb anti depresi) dan terapi
somatik, juga diberikan terapi kejiwaan (psikologik) yang dinamakan
psikoterapi. Psikoterapi ini banyak macam ragamnya tergantung dari kebutuhan
baik individual maupun keluarga, misalnya :
a.
Psikoterapi suportif
Terapi ini memberikan motivasi,
semangat, dan dorongan agar pasien yang bersangkutan tidak merasa putus asa dan
diberi keyakinan serta percaya diri (self confindence) bahwa dia mampu
mengatasi stresor psikososial yang sedang dihadapinya.
b.
Psikoterapi re-edukatif
Terapi ini memberikan pendidikan
ulang dan koreksi bila dinilai bahwa ketidakmampuan mengatasi stres, kecemasan,
dan depresinya itu dikarenakan faktor psiko-edukatif masa lalu dikala yang bersangkutan
dalam periode anak dan remaja. Dari terapi ini diharapkan yang bersangkutan
mampu mengatasi stresor psikososial yang sedang dihadapinya.
c.
Psikoterapi re-konstruktif
Terapi dimaksudkan untuk
memperbaiki kembali kepribadian yang telah mengalami goncangan akibat stresor
psikososial yang tidak mampu diatasi oleh pasien yang bersangkutan.
d.
Psikoterapi kognitif
Terapi digunakan untuk memulihkan
fungsi kognitif pasien, yaitu kemampuan untuk berpikir secara rasional,
konsentrasi, dan daya ingat. Selain itu yang bersangkutan mampu membedakan
nilai – nilai moral etika mana yang baik dan buruk, mana yang boleh dan tidak,
mana yang haram dan halal.
e.
Psikoterapi psiko-dinamik
Terapi ini dimanfaatkan untuk
menganalisa proses dan menguraikan proses dinamika kejiwaan yang dapat
menjelaskan mengapa seseorang itu tidak mampu menghadapi stresor psikososial
sehingga dia jatuh sakit (stres, cemas, dan atau depresi). Dengan mengetahui
dinamika psikologis itu diharapkan yang bersangkutan mencari jalan keluarnya.
f.
Psikoterapi perilaku
Dengan terapi ini diharapkan agar
dapat memulihkan gangguan perilaku yang maladaptif (ketidakmampuan beradaptasi)
akibat stresor psikososial yang dideritanya. Dengan terapi ini diharapkan
pasien yang bersangkutan dapat beradaptasi dengan kondisi yang baru sehingga
bisa berfungsi kembali secara wajar dalam kehidupannya sehari-hari baik di
rumah, di sekolah atau kampus, di tempat kerja, dan lingkungan sosialnya.
g.
Psikoterapi keluarga
Seseorang dapat jatuh dalam
keadaan stres, kecemasan dan atau depresi yang disebabkan oleh stresor
psikososial faktor keluarga. Dengan terapi digunakan untuk memperbaiki hubungan
kekeluargaan, agar faktor tidak lagi menjadi faktor penyebab dan faktor keluarga
dapat dijadikan sebagai faktor pendukung bagi pemulihan pasien yang
bersangkutan. Pada terapi ini tidak hanya ditujukan pada pasien yang
bersangkutan saja, tetapi juga terhadap anggota keluarga lainnya.
4.
Terapi Psikoreligius
Dari berbagai penelitian yang
dilakukan ternyata tingkat keimanan seseorang erat hubungannya dengan kekebalan
dan daya tahan tubuh dalam menghadapi berbagai problem kehidupan yang merupakan
stresor psikososial. Organisasi Kesehatan seDunia (WHO, 1984) dalam (Hawari. D,
2001) telah menetapkan unsur spiritual (agama) sebagai salah satu dari 4 unsur
kesehatan. Keempat unsur kesehatan tersebut adalah sehat fisik, sehat psikis,
sehat sosial, dan sehat spiritual. Pendekatan baru ini telah diadopsi oleh
psikiater Amerika Serikat (the American Psychiatric Asssociation/APA,
1992) yang dikenal dengan pendekatan ”bio-psycho-socio-spiritual”.
Terapi psikoreligius dibutuhkan
karena mengandung unsur kerohanian yang membangkitkan rasa percaya diri dan
optimisme terhadap penyembuhan suatu penyakit disamping obat-obatan dan
tindakan medis yang diberikan.
5.
Terapi Psikososial
Digunakan untuk memulihkan
kembali kemampuan adaptasi agar yang bersangkutan dapat kembali berfungsi
secara wajar dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah, di sekolah atau kampus,
di tempat kerja, maupun di lingkungan pergaulan sosialnya.
Teknik terapi
psikososial dilakukan dengan cara analisa SWOT yaitu :
a. Strength
Upaya mencari aspek-aspek yang
positif pada diri seseorang yang merupakan kekuatan yang perlu dikembangkan
untuk mengatasi stresor psikososial yang dihadapi.
b. Weakness
Upaya mengetahui faktor-faktor
yang merupakan kelemahan dan kekurangan pada diri seseorang. Hal tersebut dapat
dikompensasikan agar tidak menghambat penyelesaian dalam menghadapi stresor
psikososial.
c. Opportunity
Usaha melihat ke depan akan
adanya kesempatan yang lebih baik untuk dijadikan sebagai penentu keberhasilan
penanggulangan stresor psikososial pada seseorang. Dan diharapkan keberhasilan
tersebut lebih baik dari sebelumnya.
d. Threat
Upaya untuk mengetahui dan
menyadari adanya ancaman sebagai faktor pengganggu bagi penanggulangan stresor
bahkan dapat membahayakan atau menggagalkan penyelesaian stresor psikososial.
Oleh karena itu seseorang harus mempertimbangkan faktor ini.
6.
Konseling
Semua proses terapi tersebut
di atas dilakukan melalui konseling. Konseling dilakukan oleh orang yang ahli
dalam bidangnya memberikan konsultasi yaitu dokter atau psikiater. Istilah
konselor dilakukan untuk orang yang memberikan konseling, sedangkan klien
dianggap sebagai pihak yang diberi konseling.
Konseling ditujukan tidak
hanya kepada individu tetapi bisa keluarga, teman dekat, suami/istri. Selama
berlangsungnya konseling suasana formal dan profesionalisme dari pihak konselor
harus mematuhi aturan terkait moral etika.
7.
Teknik Simulasi
Beberapa
manajemen stres yang berhubungan reaksi tubuh seseorang :
1) Peningkatan Strategi Koping
a.
Berfokus pada emosi
Pengaturan pada respon emosional melalui perilaku individu dengan cara
meniadakan fakta-fakta yang tidak menyenangkan; kontrol diri, jaga jarak
terhadap stres, positif thinking, menerima tanggung jawab.
b.
Berfokus pada masalah
Mempelajari cara-cara atau ketrampilan yang dapat menyelesaikan masalah;
merencanakan problem solving, meningkatkan dukungan sosial.
2) Homeostatis
Suatu keadaan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan dalam menghadapi
segala kondisi yang dihadapi. Dapat juga diartikan sebagai suatu proses
perubahan yang terus menerus untuk memelihara kestabilan dan beradaptasi
terhadap kondisi lingkungan sekitarnya.
Stres dikendalikan oleh sistem endokrin dan saraf otonom,
yang secara alamiah proses homeostatis terjadi di dalam tubuh manusia. Cara
tubuh melakukan homeostatis : self regulation, berkompensasi,
sistem umpan balik negatif, dan umpan balik untuk mengoreksi ketidak seimbangan
fisiologis.
H. TEKNIK MANAJEMEN STRES
Ada beberapa teknik manajemen stress yang sudah diterapkan dan dibuktikan
keberhasilannya menurun stress yaitu :
1. Hypnoterapy
Metode hypnoteraphy
yang paling mudah diterapkan adalah self-hypnosis, metode ini
memungkinkan seseorang melakukan hipnosis pada diri sendiri, metode itu
dinamakan Autohipnosis diterjemahkan sebagai swa-upaya-terarah yaitu
keadaan hipnosis yang dibangkitkan tanpa bantuan orang lain. Dalam pengertian
ilmiah dapat diartikan sebagai upaya sistimatis dan terprogram yang dilakukan
sendiri dengan memasukkan program-program positif sebagai usaha untuk lebih
meningkatkan faktor positif diri sendiri.
Cara ini
diketahui dapat menetralisir ketegangan (stress) kehidupan yang dialami sehari-hari,
dan merelaksasikan 3 unsur jiwa raga, yaitu; nafas, gerak, dan nalar. Ketika
seseorang berada dalam kondisi ini, dan diperiksa dengan mesin EEG (Elektro-Ensefalo-Grafi)
akan terlihat dominasi gelombang Alfa, yaitu gelombang setengah lingkaran (sinusoid,
tumpul) dengan frekuensi 8 – 12 silkus perdetik. Situasi yang akan dicapai
seseorang dalam keadaan sangat tenang. Jika telah trampil melakukan metode ini,
maka relaksasi akan mudah dicapai ketika kita menglami stres atau saat
menghadapi masalah psikomatik seperti sulit tidur, sulit konsentrasi, emosi
tidak stabil dan sebagainya. Self –hypnosis sebenarnya bisa dilakukan
kapan saja, dan dimana saja, oleh siapa saja.
Langkah self-hypnosis
Menurut Linda-Ann Stewart, salah seorang
hypnoterapist penulis buku Self healing, cara-cara self-hypnosis adalah sebagai berikut:
hypnoterapist penulis buku Self healing, cara-cara self-hypnosis adalah sebagai berikut:
a.
Posisikan tubuh senyaman mungkin
b.
Pejamkan mata. Tarik nafas
dalam-dalam dari hidung dan hembuskan melalui mulut, ulangi hingga 3 kali
c.
Fokuskanlah perhatian pada organ
tubuh Anda, bisa dimulai dari yang paling atas (kepala) atau sebaliknya dari
bawah (ujung kaki). Perintahkanlah setiap bagian tubuh untuk relaks. Misalnya;
Kepala, relaks; Dahi, relaks. Lakukanlah untuk setiap bagian tubuh, sambil
berusaha menvisualisasikan setiap otot berubah dari tegang menjadi lentur
d.
Kemudian bayangkan bahwa sekeliling
Anda sangat nyaman dan aman. Langkah ini perlu dilakukan untuk melindungi diri
dari faktor eksternal yang akan mengganggu
e.
Lakukanlah perhitungan mundur dari
10 hingga 1,bayangkan diri Anda sedang menuruni tangga, ataueskalator. Dan setiap perhitungan mundur membuat Anda berada semakin rendah. Jika Anda
masihmerasa tegang, lakukanlah langkah ini 2 kali
f.
Atur waktu biologis Anda, pastikan berapa lama Anda ingin melakukan
relaksasi
g.
Kemudian bayangkan Anda berada di tempat yang aman, dan damai. Cobalah
menikmatinya
h.
Kemudian bayangkan tujuan Anda beberapa kali. Visualisasikan keinginan
Anda, atau ucapkan hal yang menjadi tujuan Anda. Gunakan seluruh pancar indera
untuk menghayati tujuan itu, dan lakukan penguatan yang positif
i.
Secara otomatis setelah waktu biologis yang Anda atur habis, Anda akan
terjaga, dan lakukan perhitungan mundur dari 7 hingga 1; dan lakukan sugesti
pada diri sendiri bahwa setelah selesai melakukan self hypnosis, Anda akan
menjadi lebih segar, peka, damai dan merasa sangat bahagia
Beberapa manfaat self-hypnosis
setelah mencapai ketenangan adalah dampak lanjutan menerapkan self-hypnosis :
a.
Peningkatan potensi dan rasa percaya
diri
b.
Memperbaiki kualitas tidur (jika
seseorang memiliki gangguan tidur)
c.
Mengendalikan emosi, sehingga
meminimalkan stres
d.
Menetralisir kebiasaan buruk yang
dipicu stres berkepanjangan, misalnya perasaan sedih, cemas dan ketakutan,
kemarahan yang sulit diungkapkan (http://rumahcantikcitra.co.id).
2. Meditasi
Ide meditasi adalah memfokuskan pikiran anda pada suatu pikiran yang
membuat santai untuk suatu periode tertentu. Meditasi mengistirahatkan pikiran
dengan mengalihkan pikiran dari masalah yang membuat stress. Memberikan tubuh
anda waktu untuk beristirahat dan membuang racun yang muncul karena stress dan
kegiatan mental atau fisik lainnya.
Meditasi berguna ketika :
a.
Anda mengalami stress dalam jangka waktu panjang
b.
Anda mengalami stress dalam jangka waktu pendek yang menyebabkan
terlepasnya adrenalin dalam aliran darah
c.
Anda sedang khawatir akan suatu masalah
d.
Anda sedang aktif secara fisik
Relaks dengan meditasi mempunyai
efek berikut :
a.
Memperlambat pernapasan
b.
Mengurangi tekanan darah
c.
Menolong otot bersantai
d.
Memberi tubuh waktu untuk membuang
asam laktat dan produk buangan lainnya
e.
Mengurangi kecemasan
f.
Menghilangkan pikiran yang membuat
stress
g.
Membantu berpikir jernih
h.
Membantu fokus dan konsentrasi
Teknik meditasi
Harus dilakukan dalam posisi yang membuat anda tetap nyaman dalam jangka
waktu tertentu (idealnya 20-30 menit). Dapat menggunakan beberapa fokus
konsentrasi, seperti pernapasan, fokus pada suatu objek, fokus pada suara,
perumpamaan.Sangat penting bagi pikiran untuk tetap focus
3.
Teknik Relaksasi Napas Dalam
Pengertian Teknik relaksasi nafas dalam merupakan suatu bentuk
asuhan keperawatan, yang dalam hal ini perawat mengajarkan kepada klien
bagaimana cara melakukan napas dalam, napas lambat (menahan inspirasi secara
maksimal) dan bagaimana menghembuskan napas secara perlahan.
Selain dapat menurunkan intensitas nyeri, teknik relaksasi napas dalam juga dapat meningkatkan ventilasi paru dan meningkatkan oksigenasi darah.
Selain dapat menurunkan intensitas nyeri, teknik relaksasi napas dalam juga dapat meningkatkan ventilasi paru dan meningkatkan oksigenasi darah.
Tujuan Smeltzer & Bare (2002) menyatakan bahwa tujuan teknik
relaksasi napas dalam adalah untuk meningkatkan ventilasi alveoli, memelihara
pertukaran gas, mencegah atelektasi paru, meningkatkan efesiensi batuk,
mengurangi stress baik stress fisik maupun emosional yaitu menurunkan
intensitas nyeri dan menurunkan kecemasan.
Persiapan melakukan tehnik relaksasi nafas dalam Pastikan anda
dalam keadaan tenang dan santai (rileks) Pilih waktu dan tempat yang sesuai.
(duduk di kursi jika anda di kerjaan atau di rumah) Anda boleh melakukan teknik
relaksasi ini sambil membaca doa, berzikir atau sholawat.
Prosedur teknik relaksasi napas dalam menurut Priharjo (2003)
Bentuk pernapasan yang digunakan pada prosedur ini adalah pernapasan diafragma yang mengacu pada pendataran kubah diagfragma selama inspirasi yang mengakibatkan pembesaran abdomen bagian atas sejalan dengan desakan udara masuk selama inspirasi.
Adapun langkah-langkah teknik relaksasi napas dalam adalah sebagai berikut :
Bentuk pernapasan yang digunakan pada prosedur ini adalah pernapasan diafragma yang mengacu pada pendataran kubah diagfragma selama inspirasi yang mengakibatkan pembesaran abdomen bagian atas sejalan dengan desakan udara masuk selama inspirasi.
Adapun langkah-langkah teknik relaksasi napas dalam adalah sebagai berikut :
1.
Ciptakan
lingkungan yang tenang
2.
Usahakan
tetap rileks dan tenang
3.
Menarik
nafas dalam dari hidung dan mengisi paru-paru dengan udara melalui hitungan 1,2,3.
4.
Perlahan-lahan
udara dihembuskan melalui mulut sambil merasakan ekstrimitas atas dan bawah
rileks
5.
Anjurkan
bernafas dengan irama normal 3 kali
6.
Menarik
nafas lagi melalui hidung dan menghembuskan melalui mulut secara perlahan-lahan
7.
Membiarkan
telapak tangan dan kaki rileks
8.
Usahakan
agar tetap konsentrasi atau mata sambil terpejam
9.
Pada
saat konsentrasi pusatkan pada daerah yang nyeri
10.
Anjurkan
untuk mengulangi prosedur hingga nyeri terasa berkurang
11.
Ulangi
sampai 15 kali, dengan selingi istirahat singkat setiap 5 kali.
12.
Bila
nyeri menjadi hebat, seseorang dapat bernafas secara dangkal dan cepat.
Manfaat Tehnik Relaksasi Nafas Dalam
1. Ketentraman hati
2. Berkurangnya rasa cemas, khawatir dan gelisah
3. Tekanan dan ketegangan jiwa menjadi rendah
4. Detak jantung lebih rendah
5. Mengurangi tekanan darah
6. Ketahanan yang lebih besar terhadap penyakit
7. Tidur lelap
8. Kesehatan mental menjadi lebih baik
9. Daya ingat lebih baik
10. Meningkatkan daya berpikir logis
11. Meningkatkan kreativitas
12. Meningkatkan keyakinan
13. Meningkatkan daya kemauan
14. Intuisi
15. Meningkatkan kemampuan berhubungan dengan orang lain