Sistem integumen
Sistem Integumen pada
manusia terdiri dari kulit, kuku, rambut, kelenjar keringat, kelenjar minyak
dan kelenjar susu. Sistem integumen mampu memperbaiki sendiri (self-repairing)
& mekanisme pertahanan tubuh pertama (pembatas antara lingkungan luar tubuh
dengan dalam tubuh).
1.
Anatomi dan Fisiologi
Kulit
Kulit merupakan organ
tubuh yang paling luas yang berkontribusi terhadap total berat tubuh sebanyak 7
%. Keberadaan kulit memegang peranan penting dalam mencegah terjadinya
kehilangan cairan yang berlebihan, dan mencegah masuknya agen-agen yang ada di
lingkungan seperti bakteri, kimia dan radiasi ultraviolet. Kulit juga akan
menahan bila terjadi kekuatan-kekuatan mekanik seperti gesekan (friction),
getaran (vibration) dan mendeteksi perubahan-perubahan fisik di lingkungan
luar, sehingga memungkinkan seseorang untuk menghindari stimuli-stimuli yang
tidak nyaman. Kulit membangun sebuah barier yang memisahkan organ-organ
internal dengan lingkungan luar, dan turut berpartisipasi dalam berbagai fungsi
tubuh vital.
Kulit tersusun atas
tiga lapisan, yaitu :
- 1. Epidermis
Epidermis berasal dari
ektoderm, terdiri dari beberapa lapis (multilayer). Epidermis sering kita sebut
sebagai kuit luar.Epidermis merupakan lapisan teratas pada kulit manusia dan
memiliki tebal yang berbeda-beda: 400-600 μm untuk kulit tebal (kulit pada
telapak tangan dan kaki) dan 75-150 μm untuk kulit tipis (kulit selain telapak
tangan dan kaki, memiliki rambut). Selain sel-sel epitel, epidermis juga
tersusun atas lapisan:
- Melanosit, yaitu sel yang menghasilkan melanin melalui proses melanogenesis.Melanosit (sel pigmen) terdapat di bagian dasar epidermis. Melanosit menyintesis dan mengeluarkan melanin sebagai respons terhadap rangsangan hormon hipofisis anterior, hormon perangsang melanosit (melanocyte stimulating hormone, MSH). Melanosit merupakan sel-sel khusus epidermis yang terutama terlibat dalam produksi pigmen melanin yang mewarnai kulit dan rambut. Semakin banyak melanin, semakin gelap warnanya. Sebagian besar orang yang berkulit gelap dan bagian-bagian kulit yang berwarna gelap pada orang yang berkulit cerah (misal puting susu) mengandung pigmen ini dalam jumlah yang lebih banyak. Warna kulit yang normal bergantung pada ras dan bervariasi dari merah muda yang cerah hingga cokelat. Penyakit sistemik juga akan memengaruhi warna kulit . Sebagai contoh, kulit akan tampak kebiruan bila terjadi inflamasi atau demam. Melanin diyakini dapat menyerap cahaya ultraviolet dan demikian akan melindungi seseorang terhadap efek pancaran cahaya ultraviolet dalam sinar matahari yang berbahaya.
- Sel Langerhans, yaitu sel yang merupakan makrofag turunan sumsum tulang, yang merangsang sel Limfosit T, mengikat, mengolah, dan merepresentasikan antigen kepada sel Limfosit T. Dengan demikian, sel Langerhans berperan penting dalam imunologi kulit.Sel-sel imun yang disebut sel Langerhans terdapat di seluruh epidermis. Sel Langerhans mengenali partikel asing atau mikroorganisme yang masuk ke kulit dan membangkitkan suatu serangan imun. Sel Langerhans mungkin bertanggungjawab mengenal dan menyingkirkan sel-sel kulit displastik dan neoplastik. Sel Langerhans secara fisik berhubungan dengan saraf-sarah simpatis , yang mengisyaratkan adanya hubungan antara sistem saraf dan kemampuan kulit melawan infeksi atau mencegah kanker kulit. Stres dapat memengaruhi fungsi sel Langerhans dengan meningkatkan rangsang simpatis. Radiasi ultraviolet dapat merusak sel Langerhans, mengurangi kemampuannya mencegah kanker.
- Sel Merkel, yaitu sel yang berfungsi sebagai mekanoreseptor sensoris dan berhubungan fungsi dengan sistem neuroendokrin difus.
- Keratinosit, lapisan eksternal kulit tersusun atas keratinosit (zat tanduk) dan lapisan ini akan berganti setiap 3-4 minggu sekali. Keratinosit yang secara bersusun dari lapisan paling luar hingga paling dalam sebagai berikut:
- Stratum Korneum, terdiri atas 15-20 lapis sel gepeng, tanpa inti dengan sitoplasma yang dipenuhi keratin. Lapisan ini merupakan lapisan terluar dimana eleidin berubah menjadi keratin yang tersusun tidak teratur sedangkan serabut elastis dan retikulernya lebih sedikit sel-sel saling melekat erat.Lebih tebal pada area-area yang banyak terjadi gesekan (friction) dengan permukaan luar, terutama pada tangan & kaki. Juga merupakan lapisan keratinosit terluar yang tersusun atas beberapa lapis sel-sel gepeng yang mati dan tidak berinti.
- Stratum Lucidum, tidak jelas terlihat dan bila terlihat berupa lapisan tipis yang homogen, terang jernih, inti dan batas sel tak terlihat. Stratum lucidum terdiri dari protein eleidin.Merupakan lapisan sel gepeng yang tidak berinti dan lapisan ini banyak terdapat pada telapak tangan & kaki.
- Stratum Granulosum, terdiri atas 2-4lapis sel poligonal gepeng yang sitoplasmanya berisikan granul keratohialin. Pada membran sel terdapat granula lamela yang mengeluarkan materi perekat antar sel, yang bekerja sebagai penyaring selektif terhadap masuknya materi asing, serta menyediakan efek pelindung pada kulit.2/3 lapisan ini merupakan lapisan gepeng, dimana sitoplasma berbutir kasar serta mukosa tidak punya lapisan inti.
- Stratum Spinosum,tersusun dari beberapa lapis sel di atas stratum basale. Sel pada lapisan ini berbentuk polihedris dengan inti bulat/lonjong. Pada sajian mikroskop tampak mempunyai tonjolan sehingga tampak seperti duri yang disebut spinadan terlihat saling berhubungan dan di dalamnya terdapat fibril sebagai intercellularbridge.Sel-sel spinosum saling terikat dengan filamen; filamen ini memiliki fungsi untuk mempertahankan kohesivitas (kerekatan) antar sel dan melawan efek abrasi. Dengan demikian, sel-sel spinosum ini banyak terdapat di daerah yang berpotensi mengalami gesekan seperti telapak kaki.
- Stratum Basal/Germinativum, merupakan lapisan paling bawah pada epidermis, tersusun dari selapis sel-sel pigmen basal, berbentuk silindris dan dalam sitoplasmanya terdapat melanin.Pada lapisan basile ini terdapat sel-sel mitosis.
Setiap kulit yang mati
akan terganti tiap 3- 4 minggu. Epidermis akan bertambah tebal jika bagian
tersebut sering digunakan. Persambungan antara epidermis dan dermis di sebut
rete ridge yang berfunfgsi sebagai tempat pertukaran nutrisi yang essensial.
Dan terdapat kerutan yang disebut fingers prints.
Pada daerah kulit
terdapat juga kelenjar keringat. Kelenjar keringat terdiri dari fundus (bagian
yang melingkar) dan duet yaitu saluran semacam pipa yang bermuara pada permukaan
kulit membentuk pori-pori keringat. Semua bagian tubuh dilengkapi dengan
kelenjar keringat dan lebih banyak terdapat dipermukaan telapak tangan, telapak
kaki, kening dan di bawah ketiak. Kelenjar keringat mengatur suhu badan dan
membantu membuang sisa-sisa pencernaan dari tubuh. Kegiatannya terutama
dirangsang oleh panas, latihan jasmani, emosi dan obat-obat tertentu. Ada dua
jenis kelenjar keringat yaitu :
- Kelenjar keringat ekrin, kelenjar keringat ini mensekresi cairan jernih, yaitu keringat yang mengandung 95 – 97 persen air dan mengandung beberapa mineral, seperti garam, sodium klorida, granula minyak, glusida dan sampingan dari metabolisma seluler. Kelenjar keringat ini terdapat di seluruh kulit, mulai dari telapak tangan dan telapak kaki sampai ke kulit kepala. Jumlahnya di seluruh badan sekitar dua juta dan menghasilkan 14 liter keringat dalam waktu 24 jam pada orang dewasa.Bentuk kelenjar keringat ekrin langsing, bergulung-gulung dan salurannya bermuara langsung pada permukaan kulit yang tidak ada rambutnya.
- Kelenjar keringat apokrin, yang hanya terdapat di daerah ketiak, puting susu, pusar, daerah kelamin dan daerah sekitar dubur (anogenital) menghasilkan cairan yang agak kental, berwarna keputih-putihan serta berbau khas pada setiap orang. Sel kelenjar ini mudah rusak dan sifatnya alkali sehingga dapat menimbulkan bau. Muaranya berdekatan dengan muara kelenjar sebasea pada saluran folikel rambut. Kelenjar keringat apokrin jumlahnya tidak terlalu banyak dan hanya sedikit cairan yang disekresikan dari kelenjar ini. Kelenjar apokrin mulai aktif setelah usia akil baligh dan aktivitas kelenjar ini dipengaruhi oleh hormon.
- 2. Dermis
Merupakan bagian yang
paling penting di kulit yang sering dianggap sebagai “True Skin”
karena 95% dermis membentuk ketebalan kulit.Terdiri atas jaringan
ikat yang menyokong epidermis dan menghubungkannya dengan jaringan subkutis.
Tebalnya bervariasi, yang paling tebal pada
telapak kaki sekitar 3 mm.Kulit jangat atau dermis menjadi tempat
ujung saraf perasa, tempat keberadaan kandung rambut, kelenjar keringat,
kelenjar-kelenjar palit atau kelenjar minyak, pembuluh-pembuluh darah dan getah
bening, dan otot penegak rambut (muskulus arektor pili). Lapisan ini elastis
& tahan lama, berisi jaringan kompleks ujung-ujung syaraf, kelenjar
sudorifera, kelenjar. Sebasea, folikel jaringan rambut & pembuluh darah
yang juga merupakan penyedia nutrisi bagi lapisan dalam epidermis.
Dermis atau cutan
(cutaneus), yaitu lapisan kulit di bawah epidermis. Penyusun utama dari dermis
adalah kolagen. Membentuk bagian terbesar kulit dengan memberikan kekuatan dan
struktur pada kulit, memiliki ketebalan yang bervariasi bergantung pada daerah
tubuh dan mencapai maksimum 4 mm di daerah punggung. Dermis terdiri atas dua
lapisan dengan batas yang tidak nyata, yaitu stratum papilare dan stratum
reticular.
- Stratum papilare, yang merupakan bagian utama dari papila dermis, terdiri atas jaringan ikat longgar. Pada stratum ini didapati fibroblast, sel mast, makrofag, dan leukosit yang keluar dari pembuluh (ekstravasasi). Lapisan papila dermis berada langsung di bawah epidermis tersusun terutama dari sel-sel fibroblas yang dapat menghasilkan salah satu bentuk kolagen, yaitu suatu komponen dari jaringan ikat. Dermis juga tersusun dari pembuluh darah dan limfe, serabut saraf , kelenjar keringat dan sebasea, serta akar rambut. Suatu bahan mirip gel, asam hialuronat, disekresikan oleh sel-sel jaringan ikat. Bahan ini mengelilingi protein dan menyebabkan kulit menjadi elastis dan memiliki turgor (tegangan). Pada seluruh dermis dijumpai pembuluh darah, saraf sensorik dan simpatis, pembuluh limfe, folikel rambut, serta kelenjar keringat dan palit. Lapisan ini tipis mengandung jaringan ikat jarang.
- Stratum retikulare, yang lebih tebal dari stratum papilare dan tersusun atas jaringan ikat padat tak teratur. Terdiri atas serabut-serabut penunjang (kolagen, elastin, retikulin), matiks (cairan kental asam hialuronat dan kondroitin sulfat serta fibroblas). Serta terdiri dari sel fibroblast yang memproduksi kolagen dan retikularis yang terdapat banyak pembuluh darah , limfe, akar rambut, kelenjar keringat dan kelenjar sebaseus.
Lapisan dermis juga ini
mengandung sel-sel khusus yang membantu mengatur suhu, melawan infeksi, air
menyimpan dan suplai darah dan nutrisi ke kulit. Sel-sel khusus dari dermis
juga membantu dalam mendeteksi sensasi dan memberikan kekuatan dan
fleksibilitas untuk kulit. Komponen dermis meliputi:
- Pembuluh darah berfungsi sebagai transport oksigen dan nutrisi ke kulit dan mengeluarkan produk sampah. Kapal ini juga mengangkut vitamin D dari kulit tubuh.
- Pembuluh getah bening sebagai pasokan (cairan susu yang mengandung sel-sel darah putih dari sistem kekebalan tubuh) pada jaringan kulit untuk melawan mikroba.
- Kelenjar Keringat untuk mengatur suhu tubuh dengan mengangkut air ke permukaan kulit di mana ia dapat menguap untuk mendinginkan kulit.
- Sebasea (minyak) kelenjar yaitu membantu untuk kulit tahan air dan melindungi terhadap mikroba. Mereka melekat pada folikel rambut.
- Folikel rambut, seperti rongga berbentuk tabung yang melampirkan akar rambut dan memberikan nutrisi pada rambut.
- Sensory reseptor syaraf yang mengirimkan sensasi seperti sentuhan, nyeri, dan intensitas panas ke otak.
- Kolagen protein struktural tangguh yang memegang otot dan organ di tempat dan memberikan kekuatan dan bentuk ke jaringan tubuh.
- Elastin protein karet yang memberikan elastisitas dan membuat kulit merenggang. Hal ini juga ditemukan di ligamen, organ, otot dan dinding arteri.
- 3. Subkutan atau Hipodermis
Pada bagian subdermis
ini terdiri atas jaringan ikat longgar berisi sel-sel lemak di dalamnya.Pada
lapisan ini terdapat ujung-ujung saraf tepi, pembuluh darah dan getah bening.
Untuk sel lemak pada subdermis, sel lemak dipisahkan oleh trabekula yang
fibrosa. Lapisan terdalam yang banyak mengandung sel liposit yang menghasilkan
banyak lemak. Disebut juga panikulus adiposa yang berfungsi sebagai cadangan
makanan. Berfungsi juga sebagai bantalan antara kulit dan setruktur internal
seperti otot dan tulang. Sebagai mobilitas kulit, perubahan kontur tubuh dan
penyekatan panas.Sebagai bantalan terhadap trauma. Tempat penumpukan energi.
Lapisan ini terutama
mengandung jaringan lemak, pembuluh darah dan limfe, saraf-saraf yang berjalan
sejajar dengan permukaan kulit. Cabang-cabang dari pembuluh-pembuluh dan saraf-saraf
menuju lapisan kulit jangat. Jaringan ikat bawah kulit berfungsi sebagai bantalan
atau penyangga benturan bagi organ-organ tubuh bagian dalam, membentuk kontur
tubuh dan sebagai cadangan makanan. Ketebalan dan kedalaman jaringan lemak
bervariasi sepanjang kontur tubuh, paling tebal di daerah pantat dan paling
tipis terdapat di kelopak mata. Jika usia menjadi tua, kinerja liposit dalam
jaringan ikat bawah kulit juga menurun. Bagian tubuh yang sebelumnya berisi
banyak lemak, lemaknya berkurang sehingga kulit akan mengendur serta
makin kehilangan kontur.
makin kehilangan kontur.
2.fungsi kulit
Kulit berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya otot dan tulang; sebagai alat peraba dengan dilengkapi bermacam reseptor yang peka terhadap berbagai rangsangan; sebagai alat ekskresi; serta pengatur suhu tubuh.
Sehubungan dengan fungsinya sebagai alat peraba, kulit dilengkapi dengan reseptor reseptor khusus. Reseptor untuk rasa sakit ujungnya menjorok masuk ke daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan, ujungnya berada di dermis yang jauh dari epidermis. Reseptor untuk rangsang sentuhan dan panas, ujung reseptornya terletak di dekat epidermis.
Kulit berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya otot dan tulang; sebagai alat peraba dengan dilengkapi bermacam reseptor yang peka terhadap berbagai rangsangan; sebagai alat ekskresi; serta pengatur suhu tubuh.
Sehubungan dengan fungsinya sebagai alat peraba, kulit dilengkapi dengan reseptor reseptor khusus. Reseptor untuk rasa sakit ujungnya menjorok masuk ke daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan, ujungnya berada di dermis yang jauh dari epidermis. Reseptor untuk rangsang sentuhan dan panas, ujung reseptornya terletak di dekat epidermis.
2. Anatomi dan Fisiologi Rambut
Rambut adalah organ
seperti benang yang tumbuh di kulit terutama. Rambut muncul dari epidermis
(kulit luar), walaupun berasal dari folikel rambut yang berada jauh di bawah
dermis. Struktur mirip rambut, yang disebut trikoma, juga ditemukan pada
tumbuhan. Rambut terdapat di seluruh kulit kecuali telapak tangan kaki dan
bagian dorsal dari falang distal jari tangan, kaki, penis, labia minora dan
bibir.
Pertumbuhan rambut
dimulai pada bulanke 3 masajanin. Mula-mula epidermis mengalami invasike dermis.
Pertumbuhan rambut pertama kali terjadi pad adaerah :alis, dagu, bibir atas
selanjutnya diikuti bagian lain yang akan di tutup kulit tipis. Invasi
epidermis ini akan menjadi folikel rambut yang nantinya akan tumbuh menjadi
rambut.Pada bulanke 5 sampaike6 janin mempunyai rambut yang sangat halus
yang disebut Lanugo. Sebelum lahir Lanugo rontok, kecuali pada daerah :alis,
kelopak mata dan kulitkepala. Beberapa bulan setelah lahir, rambut-rambut ini
rontok, diganti yang lebih kasar yang disebut vellus. Padamasapuber :tumbuh
rambut di sekitar saxila dan pubes. Pada pria juga tumbuh kumis, jenggot, dan
lain-lain. Rambut kasar terdapat pada :kepala, alis dan tumbuh pada masapuber,
disebutsebagai “Terminal Hairs”.
- Struktur Rambut
Ada dua macam keratin rambut,
yaitu :
- Keratin Lunak :terdapat pada seluruh permukaan kulit, terutama kulit tebal, yaitu pada bagian medulla rambut. Secara Histologis :terlihat perubahan sel-sel epidermis : mula-mula sitoplasma mengandung keratohialin berubah menjadi sel-sel jernih (Str. Lusidum), dan selanjutnya sel-sel mengalami keratinisasi kemudian desquamasi.
- Keratin keras :terdapat pada kuku, kutikula dan kortex rambut. Pembentukannya tidak melalui butir-butir keratohialin, Str. Lusidum, tetapi perubahannya terjadi perlahan-lahan dari sel-sel epidermis yang tetap hidup, menjadi keratin. Keratin keras bersifat keras, tidak mengalami desquamasi dan lebih banyak mengandung sullfur.
Rambut terdiri dari
medula yang terdiri dari keratin lunak dan kortex serta kutikula yang terdiri
dari keratin keras.
- Medula: Merupakan bagian tengah rambut, terdiri dari sel-sel yang mengalami keratinisasi. Sel-selnya terpisah satu sama lain, dan antara sel-sel kadang-kadang terdapat udara / cairan. Bagian ini tak terdapat pada rambut tipis / halus.
- Kortex : Merupakan bagian terbesar dari rambut, terdiri dari sel-sel berbentuk runcing, yang mengalami keratinisasi dan banyak mengandung pigmen.
- Kutikula : Merupakan membran tipis, terdiri dari sel-sel pipih/gepeng yang mengalami keratinisasi, transparan. Secara mikroskopis tersusun seperti genting, terdiri dari 1-3 lapis sel-sel yang sebagian mengalami keratinisasi.
Pada rambut terdapat
folikel-folikel rambut. Folikel rambut terdiri dari komponen dermis dan
epidermis. Pada dasarnya folikel rambut bagian dermis terlihat menonjol,
disebut papila yang terdiri dari :jaringan ikat, pembuluh darah dan sel-sel
saraf .Bagian luar papilla diliputi sel-sel epitel yang disebut germinal
matrik, dan ujung folikel rambut tampak membesar. Sel-sel germinal matrik (puncak
papila) berproliferasi membentuk rambut yang dapat tumbuh terus.
Dan untuk warna yang
ada pada rambut tergantung kualitas dan kuantitas pigmen korteks. Bila sedikit
/ kurang tampak putih. Campuran rambut putih dan berpigmen, tampak abu-abu
(uban). Rambut coklat atau hitam disebabkan oleh adanya melanin. Melanosit
terdapat pada matrix folikel rambut, yang dapat mengalami mitosis. Melanosit
kemudian akan terdorong keatas.
Aliran darah untuk
kulit berasal dari subkutan tepat di bawah dermis. Arteri membentuk anyaman
yang disebut retecutaneum yaitu anyaman pembuluh darah di jaringan subkutan,
tepat di bawah dermis. Cabang-cabang berjalan ke superficial dan kedalam.
Fungsi vaskularisasi yang kedalam ini adalah untuk memelihara jaringan lemak
dan folikel rambut.
Cabang yang menembus
stratum reticulare, member cabang ke :folikel rambut, kelenjar keringat dan
kelenjar sebasea. Pada perbatasan Str. Reticullare Str. Papilare membentuk
anyaman ke 2 yang disebut Rete Sub Papillare berupa pembuluh darah yang lebih
kecil. Arteriole-arteriole dari retesubpapillare berjalan kearah epidermis dan
berubah menjadi anyaman kapiler (capilary beds). Pembuluh kapiler ini terdapat
pada tepat di bawah epidermis, sekitar matrik folikel rambut, papilla folikel
rambut, sekitar kelenjar keringat dan sebasea. Selain itu di bagian superfisial
di stratum retikulare terdapat anyaman pembuluh darah yang disebut
pleksuspapilaris.
Pada keadaan
temperature udara lebih rendah dari tubuh maka kapiler venulae di stratum
papilare dan subpapilare menyempit sehingga temperature tubuh tidak banyak yang
hilang. Bila udara panas kelenjar keringat aktif memproduksi keringat kapiler
dan venulae dilatasi penguapan keringat.
Ada beberapa fungsi
rambut, diantaranya :
- Melindungi kulit dari pengaruh buruk:Alis mata melindungi mata dari keringat agar tidak mengalir ke mata, bulu hidung (vibrissae).
- Menyarig udara pada hidung.
- Serta berfungsi sebagai pengatur suhu.
- Pendorong penguapan keringat.
- Indera peraba yang sensitive.
Saat pertumbuhan rambut
terdapat 3 fase yang akan terjadi, diantaranya :
- Fase pertumbuhan (Anagen)
Sel-sel matriks melalui
mitosis membentuk sel-sel baru mendorong sel-sel lebih tua ke atas. Aktivitas
ini lamanya 2-6 tahun 90 % dari 100.000 folikel rambut kulit kepala normal
mengalami fase pertumbuhan pada satu saat.
2. Fase Peralihan (Katagen)
Masa peralihan dimulai
dari penebalan jaringan ikat di sekitar folikel rambut. Bagian tengah akar
rambut menyempit dan bagian di bawahnya melebar dan mengalami pertandukan
sehingga terbentuk gada (club) berlangsung 2-3 minggu.
3. Fase Istirahat(Telogen)
Berlangsung kurang
lebih 4 bulan, rambut mengalami kerontokan
50 – 100 lembar rambut rontok dalam tiap harinya. Faktor pendukung terjadinya kerontokan rambut jika terjadi trauma , stress dan sebagainya.
50 – 100 lembar rambut rontok dalam tiap harinya. Faktor pendukung terjadinya kerontokan rambut jika terjadi trauma , stress dan sebagainya.
Folikel rambut
Merupakan selubung yang terdiri atas sarung jaringan
ikat bagian luar (sarung akar dermis) yang berasal dari dermis dan sarung akar
epitel bagian dalam berasal dari epidermis. Folikel yang mengembung membentuk
bulbus rambut dan berhubungan dengan papilla tempat persatuan akar rambut dan
selubungnya.
Sarung akar asal dermis:
1.
lapisan
paling luar: berkas serat kolagen kasar yang memanjang
sesuai dengan lapisan retikulum dermis.
2.
lapisan
tengah: lebih tebal sesuai dengan lapisan papila dermis. Lapisan ini padat
sel dan mengandung serat jaringan ikat halus yang tersusun melingkar.
3.
lapisan
dalam: berupa sabuk homogen sempit yang disebut glassy membran
basal di bawah epidermis
Sarung akar asal epidermis (epitel) mempunyai lapisan luar yang
menyambung dengan lapis-lapis dalam epidermis yang sesuai dengan lapis-lapis
permukaan yang sudah berkembang. Sarung akar rambut luar mempunyai selapis sel
poligonal yang menyerupai sel-sel stratum spinosum epidermis. Sarung akar
rambut dalam, sarung berzat tanduk membungkus
Akar rambut yang sedang tumbuh dan menghasilkan keratin lunak yang
juga ditemukan pada epidermis. Sarung ini tidak tampak lagi diatas muara
kelenjar sebasea dalam folikel.
Susunan rambut
1.
batang
rambut: merupakan bagian rambut yang terdapat di luar kulit. Kalau dibuat
potongan, sebuah rambut akan terlihat dari luar ke dalam.
a.
selaput
rambut (kutikula): merupakan lapisan yang paling luar, terdiri atas
sel-sel tanduk yang tersusun seperti sisik ikan, dapat diketahui kalau rambut
disasak dengan baik. Rambut yang sering disasak akan meregangkan hubungan
sel-sel selaput rambut sehingga merusak selaput rambut dan cairan mudah masuk
ke dalam rambut.
b.
kulit
rambut : korteks rambut merupakan lapisan kulit yang paling tebal terdiri
atas lapisan tanduk berbentuk kumparan tersusun memanjang dan mengandung
butir-butir mielin. Sel tanduk terdiri atas serabut keratin, masing-masing sel
tanduk yang disebut fibril diuraikan menjadi satuan serat yang lebih halus
disebut mikrofibril. Rambut mempunyai sifat daya elastisitas akan
bertambah apabila dibasahkan dan dihangatkan.
c.
sumsum
rambut (medula): bagian yang paling dalam dibentuk oleh sel tanduk,
bentuknya seperti anyaman dengan rongga berisi udara. Bagian ini sangat tipis
mengandung medula dan sum-sum rambut ini hanya terdapat pada rambut yang tebal
misalkan pada alis, kumis, dan sebagian rambut kepala.
d.
2.
akar
rambut: merupakan bagian rambut yang tertanam miring dalam kulit,
terselubung oleh kandung rambut (folikel rambut). Akar ini tertanam sangat
dalam hingga dapat mencapai lapisan hipodermis.
a.
kandungan
rambut: tabung yang menyelubungi akar rambut mulai dari permukaan
kulit sampai pada bagian bawah umbi rambut. Pada selubung ini terdapat unsur:
·
unsur
dari lapisan dermis. Jaringan ikat yang berasal dari lapian dermis atau
kulit jangat yang membentuk 3 lapisan: lapisan serabut kolagen, lapisan serabut
elastis yang teratur mengandung pembuluh darah dan saraf, dan lapisan serabut
sirkuler yang tersusun selang seling dengan sel yang berbentuk kumparan dan
selaput bening(hialin) yang tidak mempunyai bentuk tertentu.
·
Unsur
lapisan epidermis. Terdapat pada umbi rambut yang terdiri atas
lapisan-lapisan kandung akar luar dan kandung akar dalam. Kandungan akar dalam
tersusun dari luar ke dalam (lapisan hanle) terdiri atas selapis sel
kuboid dengan inti gepeng, terdiri atas 1-2 lapis sel tanduk gepeng yang
mengandung inti dan selaput kutikula. Kandungan akar rambut bentuknya seperti
sisik ikan dan berlapis seperti umbi makin ke atas makin tipis, pada ketinggian
muara kelenjar lapisan ini tidak ada lagi.
b.
papil
rambut: bagian bawah folikel rambut berbentu lonjong serti telur yang
ujung bawahnya terbuka berisi jaringan
ikat tanpa serabut elastis, ke dalamnya masuk pembuluh kapiler untuk mensuplay
nutrisi ke umbi rambut. Diantara sel-sel papil terdapat sel-sel melanosit yang
menghasilkan pigmen melanin yang memberi warna pada kiulit yang disebarkan ke dalam
korteks dan medula rambut.
c.
umbi
rambut (tunas rambut); adalah bagian akar rambut yang melebar dan
merupakan sel bening yang terus-menerus bertanbah banyak dan berkembangbiak
secara mitosis. Daerah ini subur, kedekatan dengan pembuluh-pembuluh papil
rambut, dan menghasilkan sel-sel baru untuk korteks rambut mengganti sel-sel
yang sudah tua
Otot penegak rambut: muskulus erektor pili adalah otot
penegak rambut yang terdiri atas otot polos yang terdapat pada kandung rambut
dengan perantaraan serabut elastis. Bila otot ini berkontraksi, rambut akan
tegak dan kelenjar akan mengalami kompresi sehingga isinya di dorong keluar untuk
melumas rambut.
Pertumbuhan rambut: terjadi sebagai hasil mitosis sel-sel
matriks yang berasal dari epidermis dan belum berdiferensiasi yang terletak di
atas sekitar puncak papila rambut. Sel-sel pada dasar folikel akan menjadi
sarung akar rambut luar.
Sel-sel
matriks rambut: merupakan stratum malpigi epidermis yang akhirnya menjadi
sel-sel berzat tanduk. Pada epidermis bahan keratin lunak terjadi
terus-menerus. Rambut mempunyai masa pertumbuhan tertentu, untuk rambut kepala
0-3 tahun, sedangkan bulu mata 3-4 bulan.
Akar
rambut lepas dari matriks dan rambut rontok tertarik keluar setelah istirahat
folikel memasuki masa pertumbuhan dan berhubungan dengan papil
baru selanjutnya rambut-rambut baru tumbuh dari folikel yang terbentuk
tersebut.
3. Anatomi dan Fisiologi Kuku
Kuku tumbuh dari sel
mirip gel lembut yang mati, mengeras, dan kemudian terbentuk saat mulai tumbuh
dari ujung jari. Kulit ari pada pangkal kuku berfungsi melindungi dari kotoran.
Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat
saraf, serta mempertinggi daya sentuh. Secara kimia, kuku sama dengan rambut
yang antara lain terbentuk dari keratin protein yang kaya akan sulfur.
Pada kulit di bawah
kuku terdapat banyak pembuluh kapiler yang memiliki suplai darah kuat sehingga
menimbulkan warna kemerah-merahan. Seperti tulang dan gigi, kuku merupakan
bagian terkeras dari tubuh karena kandungan airnya sangat sedikit. Pertumbuhan
kuku jari tangan dalam satu minggu rata-rata 0,5 – 1,5 mm, empat kali lebih
cepat dari pertumbuhan kuku jari kaki. Pertumbuhan kuku juga dipengaruhi oleh
panas tubuh.
Nutrisi yang baik sangat penting bagi pertumbuhan kuku. Sebaliknya, kalau kekurangan gizi atau menderita anoreksia nervosa, pertumbuhan kuku sangat lamban dan rapuh.
Nutrisi yang baik sangat penting bagi pertumbuhan kuku. Sebaliknya, kalau kekurangan gizi atau menderita anoreksia nervosa, pertumbuhan kuku sangat lamban dan rapuh.
Kuku adalah bagian
terminal lapisan tanduk yang menebal.
Bagian kuku terdiri dari:
Bagian kuku terdiri dari:
- Matriks kukumerupakan pembentuk jaringan kuku yang baru.
- Dinding kuku (nail wall) merupakan lipatan-lipatan kulit yang menutupi bagian pinggir dan atas.
- Dasar kuku (nail bed) merupakan bagian kulit yang ditutupi kuku.
- Alur kuku (nail grove) merupakan celah antar dinding dan dasar kuku.
- Akar kuku (nail root) merupakan bagian proksimal kuku.
- Lempeng kuku (nail plate) merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingi dinding kuku.
- Lunula merupakan bagian lempeng kuku yang berwarna putih didekat akar kuku berbentuk bulan sabit, sering tertutup oleh kulit.
- Eponikium (kutikula) merupakan dinding kuku bagian proksima, kulit arinya menutupi bagian permukaan lempeng kuku.
- Hiponikium merupakan dasar kuku, kulit ari dibawah kuku yang bebas (free edge) menebal.
1.
Warna
kebiruan pada pangkal kuku menandakan kurang beresnya sirkulasidarah dan merupakan gejala penyakit jantung.
2.
Bila
separuh bagian dekat ujung kuku berwarna merah muda atau coklat sementara kulit
ari berwarna putih, itu merupakan gejala penyakit gagal ginjalkronis.
3.
Bila
timbul kerutan horizontal dan kuku tampak kusam, itu menandakan kurang gizi atau gejala
suatu penyakit seperti campak, cacar air, gondok, jantung serta kondisi seperti sindrom Reynaud (kejang
pada urat jari tangan dan kaki akibat sangat kedinginan).
4.
Lapisan
merah membujur pada kuku, menandakan perdarahan pada pembuluh kapiler.
Garis-garis ganda merupakan gejala penyakit darah tinggi (hipertensi).
5.
Bila
pertumbuhan kuku tampak lambat, tebal dan mengeras serta kekuning-kuningan,
menandakan gangguan getah
bening atau penyakit pencernaan
kronis.
6.
Timbulnya
bintik-bintik tak beraturan pada kuku, menandakan adanya penyakitpsoriasis (penyakit
kulit kronis).
7.
Bila
ada lengkungan berlebihan pada pangkal kuku dan sekitar ujung kuku, itu
menandakan gejala penyakit TBC, emfisema (gangguan pada paru-paru), penyakit kardiovaskuler atau hati.
Struktur Sistem Integumen
sistem integumen meliputi kulit dan struktur aksesoris
lainnya-rambut, kuku,dan kelenjar kulit-hingga yang menghubungkan otot dan
syaraf. lapisan dasar
lapisan dasar dari epidermis adalah stratum basal, komposisi sebuah garis dari cuboidal / columnar keratinocytes. beberapa sel dilapisan ini merupakan akar sel yang melalui divisi sel melanjutkan keratonicytes baru. inti keratonicytes didalam lapisan dasar adalah besar dan sitoplasma mengandung banyak ribosom, sebuah badan golgi yang kecil, sedikit mitokondria dan beberapa retikulum endoplasma. stratum basal juga mengenai tentang stratum germinativum yang menunjukan perannya dalam membentuk sel baru.Paling dangkal dari stratum basal adalah stratum spinosum, dimana 8-10 lapisan.
lapisan dasar dari epidermis adalah stratum basal, komposisi sebuah garis dari cuboidal / columnar keratinocytes. beberapa sel dilapisan ini merupakan akar sel yang melalui divisi sel melanjutkan keratonicytes baru. inti keratonicytes didalam lapisan dasar adalah besar dan sitoplasma mengandung banyak ribosom, sebuah badan golgi yang kecil, sedikit mitokondria dan beberapa retikulum endoplasma. stratum basal juga mengenai tentang stratum germinativum yang menunjukan perannya dalam membentuk sel baru.Paling dangkal dari stratum basal adalah stratum spinosum, dimana 8-10 lapisan.
epidermis dan dermis fungsinya:
1.
mengatur
temperatur tubuh
2.
pembentuk
darah
3.
perlindungan
tubuh dari benda asing
4.
jembatan
sensasi / perasa sakit
5.
pengeluaran
dan penyerap bahan
6.
sintesis
vitamin D
jenis sel dari epidermis diantara keratonicytes, epidermis
mengandung melanocytes, yang memproduksi pigmen melanin, sel langerhans, yang
mengikutsertakan respon imun dan markel sel, yang berfungsi pada perasa mulut.
jenisnya:
1.
stratum
granulosum {lapisan tengah epidermis) stratum lusidum
(ia hanyaberada pada ujung jari, telapaktangan dan tapak kaki)
(ia hanyaberada pada ujung jari, telapaktangan dan tapak kaki)
2.
stratum
corneum (sekitar 25-30 lapisan dari keratonicytes yang telah mati) sel ini
merupakan lanjutan pergantian kulit dan menggantikan sel drai tingkatan yang dalam.
lapisan dari epidermis dermis lapisan kedua dari kulit, dermis merupakan
komposisi pokok yang menghubungkan jaringan,pembuluh darah,syaraf, kelenjar dan
folikel rambut yang tertanam pada jaringan dermis. dasar dari struktur
jaringan, dermis bisa memecah dalam sebuah jaringan papilary dan sebuah bagian
retikuler. bagian papilary yaitu rumah papilar, sel darah pada mulut, dan akhir
syaraf. kelenjar sebaseous, dan kelenjar sebaseous.
struktur dasar dari warna kulit melanin,
hemoglobin dan karotin merupakan 3 pigmen memberi sebuah jenis dari warna
kulit. melnin--warna kulit pucat, kuning, merah hingga warna cokelat sampai
hitam. melanin terbagi 2 pheomelanin dan eumelanin.
hemoglobin--membawa oksigen oleh sel darah merah.
hemoglobin--membawa oksigen oleh sel darah merah.
struktur aksesori dari kulit aksesori
struktur dari kulit-rambut, kelenjar kulit, dan kuku. perkembangan dari
epidermis embrionik. ia memiliki sebuah fungsi yang penting. contohnya rambut
dan kuku melindungi tubuh dan kelenjar keringat membantu meregulasi suhu tubuh.
1.
rambut
meskipun perlindungannya tak terbatas rambut juga melindungi kepala dari benturan luka dan melindungi dari sinar matahari ia juga menurunkan kadar panas dari sinar. anatomi dari rambut. medula kortex kulit ari rambut
akar dari rambut disebut folikel rambut. ia terbungkus oleh lapisan luar akar dan lapisan dalam akar. petumbuhan rambut selama pertumbuhan sel dari diferensiasi matrik, keratinis dan kematian. panjang rambut normal dewasa yaitu sekitar 70-100 rambut per hari. kedua laju pertumbuhan dan perubahan siklus mungkin disebabkan oleh sakit, terapi radiasi, kemoterapi, umur, jenis kelamin, dan stress berat.
meskipun perlindungannya tak terbatas rambut juga melindungi kepala dari benturan luka dan melindungi dari sinar matahari ia juga menurunkan kadar panas dari sinar. anatomi dari rambut. medula kortex kulit ari rambut
akar dari rambut disebut folikel rambut. ia terbungkus oleh lapisan luar akar dan lapisan dalam akar. petumbuhan rambut selama pertumbuhan sel dari diferensiasi matrik, keratinis dan kematian. panjang rambut normal dewasa yaitu sekitar 70-100 rambut per hari. kedua laju pertumbuhan dan perubahan siklus mungkin disebabkan oleh sakit, terapi radiasi, kemoterapi, umur, jenis kelamin, dan stress berat.
2.
jenis
rambut folikel rambut tumbuh diantara 9 dan 12 minggu setelah
fertilisasi. selalunya 15 bulan pertumbuhan hasil folikel yang sangat baik,
rambut yang tak berpigmen disebut lanugo yang menjadi tubuhnya
fetus.pertumbuhan yang baru menghasilkan rambut yang baik. rambut ini biasanya
disbut rambut vellus umumnya disebut "peach fuzz". ranbut yang kasar
tumbuh pada pubertas, bersama dengan yang diatas kepala, bulu mata, dan alis
mata yang mendorong timbulnya warna ia disebut rumah terminal.
3.
warna
rambut warna dari rambut merupakan hak dasar pada kuantitas dan jenis
dari melanin pada sel keratinize warna rambut gelap paling banyak eumelanin.
rambut pirang dan merah variasi pheomelanin. rambut bisa minjadi abu-abu karena
sebuah kemunduran yang progresif pada hasil melanin.
4.
kelenjar
kulit ada terdapat 4 kelenjar
kelenjar minyak, sudoriferus, kelenjar
keringat , kelenjar mamari
fungsi kulit thermoregulator blood reservoir perlindungan indera peraba ekskresi dan absorbsi memelihara homeostatis cara penyenmbuhan kulit
penyembuhan luka epidermal
fungsi kulit thermoregulator blood reservoir perlindungan indera peraba ekskresi dan absorbsi memelihara homeostatis cara penyenmbuhan kulit
penyembuhan luka epidermal
·
pada
umumnya jenis penyembuhan dari epidermis mencakup abrasi pada bagian dari kulit
yang telah hilang dan luka bakar minar.
penyembuhan luka dalam
penyembuhan luka dalam
·
terdapat
4 fase
ü fase imflamatari
ü fase perpindahan
ü fase perkembangan
ü fase materasi
pertumbuhan dari sistem integumen meliputi epidermis, mengenai
struktur dan lapisan dermi.
umur dan sistem integumen
umur:
collagen fiber (serabut kolagen)
elastic fiber (serabut elastik)
fibroblast
gejala:
gejala:
ketidakseimbangan homeostatis
kanker kulit
jenis kulit, individu dengan warna kulit cerah, yang tak pernah tau
tetapi selalu terkena luka
bakar yang amat besar.
terkena sinar matahari orang yang hidup / tinggal didaerah dengan
banyak hari-hari dari sinar matahari / tahun dasn pada ketingggian yang luka
bakar shingga kanker kulit.
sejarah keluarga. laju kanker kulit merupakan tertinggi beberapa keluarga yang lainnya.
umur. orang lain lebih cenderung terkena kanker kulit.
status immunologikal.
sejarah keluarga. laju kanker kulit merupakan tertinggi beberapa keluarga yang lainnya.
umur. orang lain lebih cenderung terkena kanker kulit.
status immunologikal.
0 komentar:
Posting Komentar