Selasa, 18 November 2014

ASKEP NYERI



BAB I
PENDAHULUAN
1.      LatarBelakang
Setiap manusia memiliki kesibukan masing-masing dalam kehidupannya. Dalam menjalankan kesibukannya atau pekerjaannya banyak diantara mereka yang tidak berhati-hati sehingga dapat terluka saat melakukan pekerjaannya. Kecelakaan terjadi di saat-saat yang tidak terduga, tidak hanya dalam melakukan suatu pekerjaan, disaat kita sedang bermain kita juga dapat mengalami kecelakaan. Ketika seseorang sedang berjalan, berlari, memanjat saat bermain jika ia tidak berhati-hati orang tersebut bisa saja jatuh dan mengalami patah tulang. Patah tulang tidaklah hal yang ringan jika dibiarkan begitu saja. Perlu perawatan sesegera mungkin dan seoptimal mungkin. Oleh karena itu kami membahas perawatan terhadap pasien yang terkena patah tulang. Sehingga dalam perawatan tidak salah dan pasien dapat sembuh secara optimal.

2.      Tujuan
a.       Mengetahui pengertian nyeri.
b.      Mengetahui jenis – jenis nyeri.
c.       Mengetahui proses pengkajian nyeri berdasarkan ambang penilaian nyeri berdasar PQRST
d.      Mengetahui intervensi keperawatan pada nyeri.
e.       Mengetahui pengertian fraktur tulang.
f.        Mengetahui jenis – jenis fraktur tulang.
g.       Mengetahui penyebab fraktur tulang.
h.       Mengetahui perawatan fraktur tulang berdasarkan kasus.






BAB II
ISI
A.     Konsep Teori
1.      Nyeri
Nyeri merupakan suatu kondisi yang lebih dari sekedar sensasi tunggal yang disebabkan oleh stimulus tertentu. Nyeri bersifat subjektif dan sangat bersifat individual.
Stimulus nyeri dapat berupa stimulus yang bersifat fisik atau mental, sedangkan dapat terjadi pada jaringan aktual atau pada fungsi ego seseorang individu.
Untuk membantu seorang klien dalam upaya menghilangkan nyeri, maka perawat harus yakin dahulu bahwa nyeri tersebut memang ada.
Nyeri yang paling sering diobservasi perawat pada klien meliputi 3 tipe, yaitu : nyeri akut, maligna kronik dan non-maligna kronik.
1)        Nyeri akut terjadi setelah cedera akut, penyakit, atau intervensi bedah dan memiliki awitan yang cepat, dengan intensitas yang bervariasi (ringan sampai berat) dan berlangsung untuk waktu singkat. Fungsi nyeri akut ialah memberi peringatan akan cedera atau penyakit yang akan datang. Nyeri akut akhirnya menghilang dengan atau tanpa pengobatan setelah keadaan pulih pada area yang rusak. Nyeri akut bisa mengancam proses penyembuhan klien maka itu bisa menjadi prioritas perawatan.
2)        Nyeri kronik berlangsung lama, intensitas yang bervariasi, dan biasanya berlangsung lebih dari 6 bulan. Nyeri kronik disebabkan oleh kanker yang tidak terkontrol atau pengobatan kanker tersebut, atau gangguan progresif lain, yang disebut nyeri yang membandel atau nyeri maligna. Nyeri ini dapat berlangsung terus sampai kematian.
3)        Nyeri non-maligna, seperti nyeri punggung bagian bawah, merupakan akibat dari cedera jaringan yang tidak sembuh atau yang tidak progresif. Akan tetapi, nyeri tersebut berlangsung terus dan sering kali tidak berespon terhadap pengobatan yang dilakukan. Sering kali penyebab nyeri nonmaligna tidak diketahui. Daerah yang mengalami cedera mungkin telah memulih sejak lama, tetapi nyeri menetap.
2.      Fraktur tulang
Merupakan patah pada tulang. Istilah yang digunakan untuk menjelaskan berbagai jenis fraktur tulang antara lain :
1)   Fraktur komplet : fraktur yang mengenai tulang secara keseluruhan.
2)   Fraktur inkomplet : fraktur yang mengenai tulang secara parsial.
3)   Fraktur simple (tertutup) : fraktur yang tidak menyebabkan robeknya kulit.
4)   Fraktur compound (terbuka) : fraktur yang  menyebabkan robeknya kulit.
Fraktur terbuka dan tertutup dapat bersifat komplet atau inkomplet. Istilah lain dapat juga digunakan untuk menjelaskan fraktur, berdasarkan sudut patahan atau apakah tulang melengkung atau bengkok tanpa patah.
Penyebab fraktur tulang
1)   Yang paling sering adalah trauma, terutama pada anak-anak dan dewasa anak. Jatuh dan cedera olah raga adalah penyebab umum fraktur traumatik. Beberapa fraktur dapat terjadi setelah traum minimal atau tekanan ringan apabila tulang lemah hal ini disebut fraktur patologis.
2)   Fraktur stres dapat terjadi pada tulang normal akibat stres tingkat rendah yang berkepanjangan atau berulang. Fraktur stres disebut juga fraktur keletihan (fatigue fracture), biasanya menyertai peningkatan yang cepat tingkat keletihan atlet, atau permulaan aktivitas fisik yang baru.  Karena kekuatan otot dan tulang meningkat, individu merasa mampu beraktivitas melebihi tingkat sebelumnya walaupun tulang mungkin tidak mampu menunjang peningkatan tekanan. Faktor stres dapat terjadi pada tulang yang lemah sebagai respon terhadap peningkatan level aktivitas yang hanya sedikit.
B.     Kasus
Seorang siswa SD laki-laki berusia 9 tahun, mempunyai kebiasaan bermain rumah pohon bersama teman-temannya setelah pulang sekolah. Pada siang itu, ia ingin mengambil layang-layang yang tersangkut diatas rumah pohonnya. Akan tetapi malang, batang pohon yang ia gunakan untuk berpegangan ternyata rapuh. Ia terjatuh ke tanah. Ia meringis kesakitan sambil memegang tangan kirinya yang tadi digunakan sebagai tumpuan saat jatuh. Mukanya pucat, keluar keringat dingin, dan ia terus merintih selama dibawa ke RS. Setelah diperiksa dokter, ternyata ia mengalami patah tulang.
C.     AsuhanKeperawatan
1.      Pengkajian
1)      DATA BIOGRAFI
1.   Biodata Pasien
a.       Nama Pasien    : An.X
b.      Umur    : 9 tahun
c.       Suku Bangsa    : Jawa
d.      Bahasa Yang Dipakai   : Bahasa indonesia
e.       Pendidikan Terakhir      : SD
f.        Pekerjaan         : Pelajar
2.   Biodata Penanggung Jawab
1.    Nama                                 : Ny. X
2.    Hubungan dengan pasien     : Orang tua
2)      ALASAN MASUK RS
Karena anak tersebut jatuh dari atas pohon dan menyebabkan anak tersebut merasa kesakitan pada bagian tangan kirinya.
3)      RIWAYAT KESEHATAN
1.   Riwayat Kesehatan Sekarang
a.    Keluhan Utama
Klien tersebut merasa kesakitan pada bagian tangan kirinya.
b.    Riwayat Kesehatan Sekarang
Klien tersebut datang tersebut datang kerumah sakit dengan wajah meringis dan pucat, keluar keringat dingin, dan klien terus merintih sambil memegang tangan kirinya. Klien tersebut datang ke rumah sakit dengan diantar orang tuanya. Keluarganya mengatakan bahwa klien sebelumnya jatuh dari atas pohon.
2.   Riwayat Kesehatan Masa Lalu
a.    Penyakit  berat yang pernah dialami
Klien tidak pernah mengalami penyakit berat.
b.    Penyakit kronis yang pernah dialami
Klien tidak pernah mengalami penyakit kronis.
3.   RiwayatKesehatanKeluarga
a.    Penyakit yang dideritakeluarga
Keluarga tidak pernah mengalami penyakit yang menular dan menurun.
b.    Hubungankeluargadenganpasien
Orang tua.
4)      KEBIASAAN SEHARI-HARI
Klien melakukan kegiatan sehari-hari dengan normal sesuai dengan usia anak-anak sekolah dasar.
5)      DATA PSIKOLOGIS, SOSIAL DAN FISIK
a.       Persepsi terhadap penyakit
Klien merasa takut dan akan ada cedera lebih lanjut setelah fraktur karena nyeri yang terus ia rasakan
b.      Suasana hati/perasaan
Pasien mengalami gelisah, trauma dan takut.
6)       PEMERIKSAAN FISIK
1.      Penampilan Umum
a.       Tingkat Kesadaran: normal masih bisa merespon walapun dengan merintih

2.      Tanda-tanda vital 
a.       Tekanan darah: menurun
b.      Pernafasan: nafas cepat dan irreguler
3.      Kepala dan wajah
a.       Wajah: pucat / sianosis
b.      Keluhan: meringis kesakitan
4.      Mata:
a.       Pupil: dilatasi
5.      Esteremitas
Atas
a)    Rentang gerak : sulit menggerakan tangan kiri                                    
b)   Nyeri : nyeri akut                              
c)    Troma Atau Factur  : fraktur pada tangan kiri  
d)   Kekuatan otot: mengeras     

D.     Analisis Data
No.
Data Fokus
Problem
Etiologi
1.
















2








3.
Data obyektif:
a.     Wajahnya pucat
b.    Wajah pasien meringis
c.    Wajahnya menandakan adanya nyeri jika tangan kirinya digerakan atau di sentuh
d.    Pasien merintih terus menerus
e.    Bagian yang fraktur pada tangan kirinya mengalami pembengkakan
f.      Keluar keringat dingin yang menyebabkan sianosis
g.    Terdapat luka memar pada bagian fraktur ditangan kirinya
Data Subyektif
a.    Pasien mengatakan nyeri pada bagian yang patah di tangan kirinya.
b.    Pasien mengatakan tidak dapat bergerak bebas
c.    Pasien mengatakan jika pasien menggerakan bagian yang patah mengalami nyeri
Data Pendukung
Ambang / Penilaian Nyeri Berdasar PQRST
a.    P : Provokatif / Paliatif
Nyeri ditimbulkan akibat benturan keras pada tangan kiri yang disebabkan oleh fraktur
b.    Q : Qualitas / Quantitas
Klien terus meringis kesakitan pada lengan kirinya, ia merasa seperti ditusuk-tusuk dibagian fraktur pada lengannya.
c.    R : Region / Radiasi
Nyeri tersebut klien rasakan dibagian tangan kirinya saja.
d.    S : Skala Seviritas
Skala nyeri berkisar pada skala 8 dari skala 1 sampai 10.
e.    T : Timing
Nyeri yang dirasakan klien dimulai pada saat klien mengalami fraktur akibat terjatuh dari pohon, sehingga nyeri terjadi secara tiba-tiba.
Nyeri Akut

Faktor yang berhubungan :
·      Agens cedera fisik
·      Fraktur

Diagnosa Keperawatan
Nyeri akut yang berhubungan dengan fraktur.

E.      Rencana Keperawatan
No.
Data Fokus
Diagnosa
Kode
Intervensi Keperawatan
Ttd
Tujuan (NOC)
Tindakan (NIC)
1.

Nyeri Akut

00132


Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan neyeri berkurang dengan kriteria hasil:
a.       Tingkat nyeri berkurang dari skala 8 menjadi 3
b.      Klien dapat melaporkan nyeri yang ia rasakan, dan menurunkan skala dari skala 8 menjadi 3
c.       Klien mengekspresikan wajah nyeri yang menandakan skala telah turun dari 8 menjadi 3

·  mengeksplorasi dengan faktor pasien yang meningkatkan / memperburuk rasa sakit
·  menentukan frekuensi yang diperlukan untuk membuat penilaian terhadap kenyamanan pasien dan melaksanakan rencana pemantauan
·  memberikan informasi tentang rasa sakit, seperti penyebab nyeri, berapa lama akan berlangsung, dan ketidaknyamanan diantisipasi dari prosedur
·  mengurangi atau menghilangkan faktor-faktor yang berpartisipasi, atau meningkatkan pengalaman nyeri (rasa takut, kelelahan, monoton, dan kurangnya pengetahuan )
·  mempertimbangkan kesediaan pasien untuk berpartisipasi, kemampuan untuk berpartisipasi, preferensi, dukungan dari orang lain yang signifikan dari metode, dan kontraindikasi ketika memilih strategi pereda nyeri
·  mengajarkan prinsip-prinsip manajemen nyeri.
·  mempertimbangkan jenis dan sumber nyeri ketika memilih strategi pereda nyeri.
·  mendorong pasien untuk memonitor nyeri sendiri dan melakukan intervensi tepat.
·  menggunakan langkah-langkah kontrol nyeri sebelum nyeri menjadi parah.
·  melembagakan dan memodifikasi tindakan pengendalian nyeri berdasarkan respon pasien.
·  mempromosikan memadai istirahat / tidur untuk memfasilitasi nyeri.
·  menggunakan pendekatan multidisiplin untuk manajemen nyeri, jika diperlukan.
·  memonitor kepuasan pasien dengan manajemen nyeri pada selang waktu tertentu.








BAB III
PENUTUP

Nyeri merupakan suatu kondisi yang lebih dari sekedar sensasi tunggal yang disebabkan oleh stimulus tertentu. Nyeri bersifat subjektif dan sangat bersifat individual.
Nyeri yang paling sering diobservasi perawat pada klien meliputi 3 tipe, yaitu : nyeri akut, maligna kronik dan nonmaligna kronik.
Fraktur tulang merupakan patah pada tulang. Istilah yang digunakan untuk menjelaskan berbagai jenis fraktur tulang antara lain :
1.    Fraktur komplet: fraktur yang mengenai tulang secara keseluruhan.
2.    Fraktur inkomplet: fraktur yang mengenai tulang secara parsial.
3.    Fraktur simple (tertutup): fraktur yang tidak menyebabkan robeknya kulit.
4.    Fraktur compound (terbuka): fraktur yang  menyebabkan robeknya kulit.
Penyebab fraktur tulang adalah trauma, terutama pada anak-anak dan dewasa anak. Jatuh dan cedera olah raga adalah penyebab umum fraktur traumatik. Fraktur stres dapat terjadi pada tulang normal akibat stres tingkat rendah yang berkepanjangan atau berulang. Fraktur stres disebut juga fraktur keletihan (fatigue fracture), biasanya menyertai peningkatan yang cepat tingkat keletihan atlet, atau permulaan aktivitas fisik yang baru.
Berdasarkan kasus yang ada, perawatan yang diberikan kepada pasien adalah perawat mengeksplorasi dengan faktor yang meningkatkan rasa sakit, memberikan informasi tentang rasa sakit, dan cara mengurangi faktor-faktor yang berkaitan, mengajarkan prinsip-prinsip manajemen nyeri, mempertimbangkan jenis dan sumber nyeri ketika memilih strategi pereda nyeri, dan membantu pasien untuk bisa mengontrol rasa nyerinya sendiri sehingga nyeri yang dirasakan tidak bertambah parah, dan melakukan monitoring keadaan nyeri pasien.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar