v RIWAYAT HIDUP BINTANG
·
Kelahiran
Bintang
Pada
dasarnya proses kelahiran bintang merupakan proses yang terdiri atas dua tahap,
yaitu tahap terbentuknya kesetimbangan hidrostatis yang berlangsung pada proses
pembentukan proto bintang, dan diteruskan dengan proses terbentuknya
kesetimbangan termal yang berlangsung
pada tahap pra deret utama. Daerah awan antar bintang yang mampat ini biasa
disebut sebagai awan molekul raksasa yang memiliki kerapatan beberapa partikel
per cm3.
Sebuah
awan molekul raksasa yang runtuh terpecah-pecah menjadi awan yang berukuran
lebih kecil yang kemudian dikenal dengan nama Bok globule. Panas yang muncul
semakin tinggi, sampai pada suatu titik saat di pusat bintang terjadi
reaksi fusi (penggabungan unsur-unsur ringan menjadi unsur-unsur yang lebih
berat dengan melepaskan energi).
Jika
massanya kurang dari 0,075 massa matahari, tidak akan mampu mencapai temperatur
cukup tinggi yang memungkinkan terjadinya fusi nuklir pembakaran hidrogen.
Batas di atas adalah batas massa objek yang disebut katai coklat. Metode baru untuk menetapkan apakah sebuah objek itu
adalah bintang katai coklat atau bukan, yaitu adanya garis-garis litium di
dalam spektrumnya. Tahap yang berlangsung di antara saat dimulainya pemanasan
di inti bintang yang membangkitkan reaksi termonuklir dengan saat bintang masuk
deret utama dinamakan tahap pra deret
utama. Untuk menuju deret utama pada diagram Hertzsprung-Russell calon
bintang-bintang akan mengikuti jejak dari atas ke bawah yang disebut sebagai jejak Hayashi.
Bintang
yang massanya kurang dari setengah massa matahari akan tetap berada dalam jejak
Hayashi, sedangkan bintang yang massanya lebih dari setengah massa matahari,
bagian inti semakin panas sampai pada suatu titik saat reaksi termonuklir dapat
dimulai lalu masuklah proto bintang ini ke tahap deret utama. Bintang yang
sudah mencapai deret utama umur nol akan memiliki kesetimbangan hidrostatis dan
termodinamis sepenuhnya.
Bintang
T-Tauri biasanya merupakan bintang variabel
dan memiliki garis-garis spektrum yang kuat dikromosfernya. Litium akan
hancur pada temperature di atas 2.500.000 K. Herbig Haro adalah objek yang sangat terionisasi dan memiliki
garis-garis emisi hidrogen, sulfur, dan oksigen.
·
Ruang
Antarbintang
Objek-objek
ruang antarbintang lain di samping awan molekul raksasa adalah gas, debu,
partikel, molekul, medan magnet, serta radiasi elektromagnetik. Dilihat dari
massanya, komposisinya terdiri dari 99% gas dan
1% debu. Akhirnya front ionisasi ini mencapai kecepatan yang harganya di
bawah kecepatan suara dan yang bergerak lebih cepat adalah front gas yang
mengembang ini, dan di sini lahirlah sebuah daerah yang dinamakan daerah HII. Daerah-daerahn HII sering terkait
dengan globule Bok, yang menurut Bart
J. Bok merupakan daerah tempat lahirnya bintang. Salah satu daerah HII yang
cukup terkenal adalah Nebula Orion yang terdapat di Rasi Orion; jaraknya dari
matahari sekitar 1.500 tahun cahaya.
Radiasi
datang dari sebuah reaksi termonuklir yang berlangsung di pusat bintang. Reaksi
termonuklir yang paling dasar adalah pengubahan empat isotop atom hidrogen
menjadi satu atom helium. Massa atom helium yang terbentuk sedikit kurang
dibandingkan dengan empat massa atom hidrogen pembentuknya. Massa yang hilang
(defek massanya) ini berubah menjadi energi yang dapat dirumuskan dalam rumus
Einstein yang terkenal, yaitu E=mc2.
·
Bintang
Ganda
Bilamana
pasangan bintang ganda ini dapat dilihat menggunakan teleskop, bintang ganda
ini disebut bintang ganda visual.
Bintang paling dekat matahari, Alfa Centauri, adalah salah satu contoh pasangan
bintang ganda visual ini. Bilamana kegandaan pasangan bintang hanya dapat
dilihat oleh spektrumnya, bintang ganda ini disebut bintang ganda spektroskopik. Kadang-kadang, yang tampak hanyalah
spectrum salah satu komponen pasangan ini. Bintang ganda semacam ini disebut bintang ganda spektroskopik bergaris
tunggal.
Jenis
lain adalah bintang ganda gerhana,
yang bidang orbit pasangannya nyaris terletak segaris pandang dengan pengamat.
Perubahan luminositas seluruh pasangan bintang ganda disebut sebagai kurva cahaya. Bintang ganda disebut
sebagai bintang ganda atrometrik manakala suatu ketika posisinya diamati dengan
sangat teliti tampak bahwa bintang itu memiliki gerak yang bergelombang,
pengamatannya hanya dapat dilakukan pada bintang-bintang yang dekat, yang
jaraknya kurang dari 10 pc. Yang diuraikan di atas adalah bintang ganda yang
komponennya tidak terhubung secara fisik. Pengikat mereka hanyalah gaya tari
gravitasi antarsesamanya, dan bitang ganda seperti ini disebut sebagai detached binary (bintang ganda
terpisah).
Dalam
telaah bintang ganda, dikenal konsep lingkup
roche, yakni daerah di sekeliling kedua komponen bintang ganda yang jika
diproyeksikan ke satu bidang menjadi seperti angka 8. Titik Lagrange, tempat gaya gravitasi yang ditimbulkan
masing-masing komponen bintang ganda saling meniadakan.
Selanjutnya,
ada semi detached binary (bintang
ganda setengah terpisah). Pada bintang ganda jenis ini, salah satu komponennya
mengembang sehingga memenuhi lingkup Roche
dan terjadi peluberan lingkup Roche (Roche
lobe overflow) karena materi dari komponen ini terlempar kea rah bintang
pasangannya melalui titik L1. Bintang ganda yang mengalami peristiwa hantaran
massa disebut sebagai bintang ganda
kataklismik. Dapat juga proses hantaran massa disertai dengan pancaran
sinar X. Pasangan bintang ganda ini disebut sebagai bintang ganda sinar X. Jika lingkup Roche kedua komponen pasangan
ini terisi semua, bintang ganda ini disebut sebagai bintang ganda kontak.
·
Evolusi
Bintang Ganda
Gejala
lain yang menarik pada bintang ganda adalah peristiwa nova (ledakan bintang).
·
Bintang
Variabel
Dari
kurva pasangan bintang variable tersebut dapat didapat informasi:
Ø Variasi
kecerlangan : apaka bersifat periodik, semi periodic, atau tak beraturan.
Ø Periode
perubahan
Ø Bentuk
kurva cahaya: simetris atau tidak, apakah berubah secara teratur, berapa banyak
minimum pada setiap siklus.
Kemudian,
dari spektrumnya dapat didapat informasi
tentang:
Ø Jenis,
temperature, dan kelas luminositas bintang (katai, deret utama, raksasa, atau
maharaksasa)
Ø Kegandaan
bintang yang bersangkutan
Ø Perubahan
spektrum dalam waktu
Ø Denyutan
bintang
Ø Medan
magnet yang dimiliki bintang
Bintang
variabel dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu: Bintang variabel intrinsik
adalah bintang yang variabilitasnya disebabkan oleh kondisi fisik didalam
bintang itu sendiri. Selanjutnya, golongan ini terbagi menjadi 3, yaitu:
Ø Bintang variabel berdenyut, yaitu bintang yang
mengembang dan mengerut secara periodik dengan periode tertentu akibat proses
evolusi yang dialaminya.
Ø Bintang variabel eruptif, bintang variabel
yang sering mengalami ledakan di permukaannya.
Ø Bintang variabel kataklismik, atau bintang
eksplosif, yaitu bintang yang mengalami perubahan secara dahsyat, melalui
proses nova atau supernova.
Bintang
variabel ekstrinsik adalah bintang yang variabilitasnya disebabkan oleh
faktor-faktor di luar bintang yang bersangkutan. Golongan ini terbagi menjadi
dua, yaitu:
Ø Bintang ganda gerhana, sebuah pasangan
bintang ganda yang jika dilihat dari pengamat tampak bahwa salah satu bintang
menggerhanai bintang pasangannya sehingga luminositas pasangan bintang ganda
ini secara keseluruhan menjadi berkurang.
Ø Bintang variabel yang berotasi, bintang yang
variabilitas luminositasnya disebabkan oleh adanya rotasi bintang tersebut.
·
Bintang
Kelas Cepheid dan yang Mirip Cepheid
Yang
agak mirip dengan bintang variabel Cepheid adalah bintang variabel RR Lyrae,
dank arena lebih banyak terdapat di gugus bola, sering disebut sebagai Cepheid gugus. Salah satu contoh dari
bintang variabel jenis ini adalah Mira atau omicron Ceti yang merupakan sebuah
bintang raksasa merah yang terletak sekitar 418 tahun cahaya dari matahari di
Rasi Cetus.
·
Bintang
Variabel Eruptif
Variabilitas
eruptif lebih banyak terjadi pada
bintang raksasa dan maharaksasa karena mereka lebih mudah melepaskan materi
yang dimilikinya.
·
Bintang
Variabel Kataklismik
Bintang
variabel yang mengalami ledakan yang cukup dahsyat, dan kadang-kadang perubahan
berlangsung cukup drastic sehingga struktur bintang itu berubah secara permanen
dan tidak kembali ke keadaan awal.
·
Bintang
Variabel Ektrinsik
Bintang
variabel jenis ini terbagi menjadi dua golongan besar, yaitu bintang variabel
yang berotasi dan bintang ganda gerhana.
·
Bintang
Ganda Gerhana
Bilamana
bintang sekunder pada sebuah pasangan bintang ganda bergerak mengelilingi
bintang primernya, penggerhanaan ini akan mengakibatkan luminositas seluruh sistem
akan berkurang secara periodik.
·
Gugus
Bintang
Ada
dua jenis gugus bintang, yaitu gugus galaksi atau gugus terbuka dan gugus bola.
·
Gugus
Galaksi
Gugus galaksi adalah satu
kelompok bintang yang cukup besar, yang jumlahnya dapat mencapai ribuan buah;
terbentuk dari satu awan molekul yang sama. Bintang-bintang anggota gugus ini
saling mempengaruhi satu sama lain secara gravitasi meskipun ikatannya tidak
terlalu kuat. Gugus galaksi hanya terdapat di galaksi-galaksi spiral dan tak
beraturan di mana proses pembentukan bintang di tempat itu berlangsung cukup
aktif. Gugus bola banyak terdapat di daerah halo dan bagian inti galaksi. Gugus
galaksi sangat penting dalam upaya mempelajari evolusi bintang karena
bintang-bintang anggotanya memiliki umur dan komposisi kimia yang sama; yang
membedakan adalah massanya. Gugus galaksi yang paling terkenal adalah Hyades
dan Pleiades.
·
Gugus
Bola
Gugus bola adalah kumpulan
bintang yang mengorbit galaksi. Bentuk gugus bola lebih teratur dan memiliki
jumlah anggota lebih banyak dibandingkan dengan gugus galaksi; dapat mencapai
ratusan ribu buah. Bintang-bintang anggota gugus bola biasanya lebih tua dari
bintang anggota gugus galaksi. Ikatannya labih kuat dari gugus galaksi, dan
tidak mudah tercerai. Galaksi kita memiliki sekitar 150 gugus bola, sedangkan
galaksi Andromeda, memiliki 500 gugus bpla. J.L.E. Dreyer membuat catalog gugus
bola yang diberi nama New General
Cataloge.
Pada tahun 1914, Harlow Shapley
memulai meneliti gugus bola. Dalam kategori ini, gugus bola yang memiliki
tingkat pemusatan memiliki kategori 1 dan yang paling kecil tingkat
pemusatannya memiliki kategori 12 (dapat juga dinyatakan dalam angka Romawi).
Pengkategorian ini selanjutnya dinamakan Kelas Pemusatan Shapley Sawyer. Gugus
bola tersusun dari ratusan ribu bintang tua yang miskin logam (unsur yang lebih
berat dari hidrogen); bintang-bintang sejenis terdapat di bagian gembungan (bulge) pusat galaksi. Bintang-nintang
tua ini digolongkan sebagai bintang-bintang Populasi II (bintang populasi I
adalah bintang yang kaya logam seperti matahari). Indeks warna sebuah bintang
adalah perbedaan magnitudo bintag dalam cahaya biru atau B dengan magnitudo
bintang dalam panjang gelombang visual atau V. semakin besar harga B-V, semakin
dingin temperature bintang ini, atau semakin merah warnanya.
·
Pembentukan
Bintang Raksasa Merah
Proses dimulainya reaksi
pembakaran helium berlangsung sangat cepat dan eksplosif sehingga diberi nama
proses helium flash (kilatan helium).
Di pusat bintang, berlangsung reaksi pembakaran helium menjadi karbon, dan
dikulitnya berlangsung reaksi pembentukan helium dari hydrogen. Akibatnya,
seperti pada saat inti helium terdapat di pusat, bintang bergerak ke kanan atas
lagi pada diagram Hertzsprung-Russell tetapi dengan kecerlangan yang lebih
tinggi; menjadi bintang maharaksasa merah.
Selubung bintang ini menjadi
materi yang mengelilingi bintang dan mengembang dan disebut sebagai planetary nebula. Batas massa yang
menentukan nasib evolusi bintang berikutnya ini di namakan Batas Chandrasekhar; harganya 1,44 kali massa matahari. Kerapatan
bintang ini sekitar 20 miliar gram/cm3, dan menjadi bintang katai
putih; berada pada diagram Hertzsprung-Russell di bagian kiri bawah.
·
Evolusi
Lanjut Bintang Bermassa Rendah
Bintang-bintang yang memiliki
masa rendah seperti ini adalah bintang katai coklat seperti Proxima Centauri
yang kala hidupnya dapat lebih dari seribu kali kala hidup matahari.
·
Bintang
Katai Putih
Sirius B memiliki temperatur
25.000 K, tetapi kecerlangannya 10.000 kali lebih lemah daripada Sirius A, dan
disimpulkan bahwa Sirius B ini ukurannya jauh lebih kecil daripada Sirius A,
dank arena itu diberi nama katai putih.
Fowler mengatakan bahwa hukum fisika yang
dipakai Eddington dalam menjalankan eksistensi bintang katai putih harus
digantikan dengan hukum mekanika kuantum yang mengatakan bahwa tekanan yang
terdapat di dalam bintang Sirius B dan bintang katai putih tidak berasal dari
panas, melainkan dari gejala mekanika kuantum, yaitu yang di namakan pergerakan elektron yang terdegenerasi. Dalam
keadaan ini electron-elektron saling menolak satu sama lain dan mengikuti
prinsip eksklusi Pauli, yakni bahwa dua electron berdekatan tidak dapat
memiliki keadaan yang sama.
·
Supernova
dan Bintang Netron
Supernova adalah ledakan dahsyat
sebuah bintang yang menghancurkan bintang itu karena sebagian besar massanya
terlempar keluar dan meninggalkan sisa yang sangat mampat. Yang di maksud di
sini adalah supernova yang terjadi pada sebuah bintang tunggal atau supernova
tipe II dan biasa disebut dengan supernova karena runtuhnya bintang (core collapse supernova). Bintang
netron adalah proses pemantulan yang sangat cepat, membuat bintang meledak
hancur dan meninggalkan inti. Bintang ini adalah sebuah bintang yang sngat
mampat, dan apabila matahari menjadi sebuah bintang netron, ukurannya hanya
sekitar 20 km saja tetapi dengan
kerapatan yang amat tinggi (miliaran ton per cm3).
Proses pembentukan unsur-unsur
berat yang terjadi di dalam bintang sebelum ledakan supernova berlangsung di
namakan nukleosintesis supernova.
Bintang-bintang yang terbentuk
dari gas-gas hasil nukleosintesis yang berlangsung di inti bintang dinamakan bintang-bintang generasi kedua.
Sebaliknya, bintang-bintang yang tidak terbentuk dari gas sisa ledakan
supernova (gas-gas ini tidak memiliki unsure-unsur berat) dinamakan bintang-bintang generasi pertama.
·
Pulsar
Pulsar (pulsating radio sources) adalah denyutan-denyutan yang tidak
dipancarkan oleh suatu peradaban yang tinggi, tetapi suatu gejala alam saja,
yang cukup istimewa. Saat bintang ini berputar, semua partikel seperti proton
dan elektron ikut tertarik mengikuti perputaran bintang ini, sampai
kecepatannya mendekati kecepatan cahaya. Akibatnya, semua partikel akan
memancarkan gelombang elektromagnetik yang di namakan radiasi sinkroton. Pulsar milidetik dianggap sebagai hasil akhir
evolusi bintang ganda pemancar sinar X. Berdasarkan jenis sumber energi, pulsar
di bagi menjadi 3 yaitu:
Ø Pulsar
yang tenaganya diperoleh dari rotasi, di mana peluruhan energi rotasi pulsar
menjadi sumber energy radiasi.
Ø Pulsar
yang tenaganya diperoleh dari akresi, di mana energy potensial gravitasi dari
materi yang mengalami akresi menjadi sumber energy radiasi pulsar tersebut, dan
ini terjadi pada sebagian besar pulsar pemancar sinar X.
Ø Magnetar,
peluruhan energi magnet yang sangat kuat menjadi sumber radiasi pulsar.
·
Lubang
Hitam
Bintang yang tidak menjadi
bintang netron, tetapi menjadi suatu objek yang sangat mampat disebut lubang hitam. Objek gelap adalah benda
langit yang memiliki gravitasi begitu kuat sehingga cahaya pun tidak dapat
lepas dari permukaannya.
Jari-jari bintang pada saat
cahaya tidak dapat memancar keluar di namakan jari-jari Schwarschild atau jari-jari gravitasi. Pada keadaan ini permukaan
bintang di namakan event horizon
(peristiwa horizon).
Bintang-bintang yang massanya
pada saat padam kurang dari 1,4 kali massa matahari akan menjadi bintang katai
putih. Jika massanya berada di antara 1,4-5 kali massa matahari akan menjadi
bintang netron. Pada kedua keadaan ini, baik tekanan degenerasi elektron maupun
netron masih dapat menahan pengerutan bintang lebih lanjut. Bintang mengerut
menjadi satu titik dalam ruang dengan kerapatan yang tak terhingga besarnya dan
keadaan ini diberi nama keadaan
singularitas.
Quasar adalah sumber pancaran
energi yang sangat dahsyat dengan ukuran yang sangat kecil, tidak sebanding
dengan ukuran pancarannya.
Pengamatan sebuah robot yang
diarahkan mendekati lubang hitam, dan ternyata semakin dekat ke arah lubang
hitam jam yang dibawanya semakin lambat jalnnya relatif terhadap jam yang jauh letaknya terhadap lubang hitam.
Gejala ini diberi nama pemuluran waktu
gravitasional.
v GALAKSI BIMA SAKTI
·
Bentuk
Dan Komponen Bima Sakti
Bima
sakti berbentuk spiral dengan diameter sekitar 100.000 tahun cahaya atau
kira-kira 30.000 pc. Komponennya tidak berupa bintang-bintang saja, tetapi juga
atom, molekul (gas-gas dan debu antarbintang) yang secara umum disebut materi
antarbintang. Galaksi kita dapat dibagi menjadi tiga komponen, yaitu: komponen
pusat yang kira-kira berukuran 5.000 pc, piringan yang berada sampai pada jarak
3.000 pc, tebal bagian piringan ini sekitar 200 pc, dan korona. Seluruh galaksi
kita diselubungi halo yang berbentuk ellipsoid, yang diselubungi lagi oleh
korona galaksi berbentuk bola yang berukuran sangat besar.
·
Bagian
Pusat Galaksi
Bagian pusat galaksi merupakan
system bintang yang berbentuk bola. Objek-objek di sini sebagian besar adalah:
Gugus bola adalah suatu system bintang berbentuk bola dengan anggota puluhan
sampai ribuan buah. Bintang variabel Lyrae adalah bintang yang kecerlangannya
berubah-ubah secara periodik dengan periode beberapa hari. Planetary nebula
adalah bintang yang sudah melewati tahap evolusi tertentu dan melepaskan
selubung luarnya, memberikan penampakkan seperti sebuah bintang yang
dikelilingi “planet” berbentuk kabut. Pengamatan panjang gelombang inframerah ini
juga memberikan informasi adanya awan debu berbentuk cincin yang bergerak
mengelilingi pusat galaksi.
·
Bagian
Piringan
Komponen piringan galaksi kita terdiri dari bintang-bintang, gas dan debu
antarbintang. Pada bagian piringan ini gas, debu, dan bintang tersebar
mengikuti sebuah pola spiral. Matahari terletak pada bagian dalam dari satu
lengan spiral yang kemudian diberi nama lengan
Orion; di dalamnya terdapat nebula North America, Coalsack (daerah yang
memiliki serapan antarbintang sangat besar), dan Cygnus Rift.
Galaksi kita melakukan rotasi, tetapi rotasinya tidak
seperti rotasi benda tegar seperti roda. Galaksi kita melakukan rotasi diferensial, yaitu rotasi
dengan kecepatan sudut di dekat pusatnya lebih besar dari pada di bagian tepi.
Galaksi kita melakukan rotasi dengan
periode sekitar 240 miliar tahun.
Bintang-bintang anggota piringan
galaksi kita berbeda dengan bintang-bintang yang terdapat di daerah gembungan
dan pusat galaksi. Di lengan spiral galaksi, terdapat bintang-bintang
maharaksasa, bintang deret utama yang memiliki luminositas tinggi (kelas O dan
B), bintang Wolf-Rayet, bintang variabel Cepheid tipe I, dan gugus galaksi
muda. Objek-objek lain yang terdapat di arah pusat galaksi adalah nebula
keplanetan (planetary nebula), nova, Cepheid tipe II, bintang variabel RR
Lyrae, dan bintang variabel Mira yang periodenya kurang dari 250 hari.
·
Bagian
Halo dan Korona
Diameter halo kira-kira sama
dengan batas piringan galaksi, dan pada kutub-kutub galaksi memiliki diameter
sekitar 30.000 pc. Gugus-gugus bola yang digunakan Harlow Shapley untuk
menentukan jarak dan kedudukan pusat galaksi berada di daerah halo ini.
Bagian korona galaksi memiliki
diameter yang jauh lebih besar dari bagian halo galaksi kita. Harga diameter
ini belum pasti, paling sedikit 120.000 pc, dan mungkin mencapai 600.000 pc.
Pada korona galaksi kita, terdapat dua galaksi kecil yang menjadi satelit
galaksi kita, yaitu Kabut Magellan Besar dan Kabut Magellan Kecil. Kurva rotasi
galaksi adalah diagram yang menunjukkan bagaimana kecepatan rotasi komponen
galaksi berubah terhadap jaraknya dari pusat galaksi.
·
Pencarian
Materi Gelap
Materi gelap terdiri dari dua
jenis yaitu materi gelap barionik yaitu materi gelap yang tersusun dari
bahan-bahan dasar yang sudah dikenal seperti proton, netron, dan elektron.
Salah satunya diberi nama MACHO (massive
astronomical compact halo object), sejenis objek yang karena tidak
memancarkan cahaya tidak dapat didefinisikan.
Materi gelap non barionik adalah
materi gelap yang belum pernah dideteksi secara langsung, tetapi eksistensinya
diramalkan dalam fisika partikel dan kosmologi. Materi gelap non barionik ini
terbagi menjadi tiga jenis, yaitu hot dark matter, cold dark matter, dan warm
dark matter. Hot dark matter adalah materi gelap yang bergerak dengan kecepatan
mendekati kecepatan cahaya. Yang termasuk golongan ini adalah neutrino yang
bisa berinteraksi dengan partikel-partikel lain melalui interaksi lemah dan
gravitasi walaupun sangat lemah sehingga sulit sekali dideteksi. Cold dark
matter adalah golongan materi gelap yang bergerak dengan kecepatan jauh di
bawah kecepatan cahaya, fi mana yang termasuk golongan ini adalah
partikel-partikel yang disebut sebagai WIPM (weakly inteacing massive
particles) atau partikel-partikel yang sulit sekali berinteraksi dengan
partikel-partikel lain. Eksistensi warm dark matter masih hipotesis dan menjadi
bahan perdebatan para astronom. Salah satu calon warm dark matter adalah
neutrino steril, yaitu neutrino yang interaksinya dengan partikel-partikel lain
hanya melalui gravitasi, tetapi mendeteksi materi jenis ini juga sangat sulit
karena massanya yang sangat kecil.
v GALAKSI-GALAKSI DI ALAM SEMESTA
Galaksi-galaksi
elips terabagi menjadi 8 kelas, mulai dari kelas E0 untuk yang paling bulat
sampai E7 untuk yang paling pipih. Galaksi spiral terbagi menjadi 3, mulai dari
kelas Sa untuk yang spiralnya paling rapat, sampai kelas Sc untuk yang
spiralnya paling teruraipada galaksi spiral berbatang pembagiannya sama juga, mulai dari SBa untuk yang paling rapat
sampai SBc yang paling terurai. Galaksi elips mengandung bintang-bintang tua
dan sedikit gas dan debu. Galaksi spiral dan spiral berbatang banyak mengandung
bintang-bintang muda serta gas dan debu di lengan spiralnya, demikian juga
dengan galaksi-galaksi tidak beraturan.
Secara
lebih detail, Hubble menggolongkan galaksi menjadi:
·
Galaksi elips (E0-E7); galaksi
yang berbentuk ellipsoid dan memiliki distribusi bintang yang merata.
·
Galaksi lenticular (S0 dan SB0)
adalah galaksi yang bentuknya mirip piringan dan memiliki gembungan di
pusatnya, tetapi tidak memiliki struktur spiral.
·
Galaksi spiral (Sa-d) adalah
galaksi yang memiliki gembungan di pusat dan piringan memiliki spiral.
·
Galaksi spiral berbatang, adalah
galaksi spiral di mana spiralnya tidak berpangkal dari gembungan pusat,
melainkan dari batang yang menembus gembungan tersebut.
·
Galaksi tak beraturan (Irr),
adalah galaksi yang memiliki pola yang tegas. Ia bisa berjenis Irr-I yang
menampilkan struktur spiral terdeformasi dan Irr-II yang tidak masuk golongan
mana pun.
Pengamatan
mutakhir pada banyak galaksi-galaksi luar memberikan informasi.
·
Galaksi elips memiliki sedikit
debu dan gas, dan tersusun dari bintang-bintang tua.
·
Galaksi spiral memiliki kandungan
debu dan gas yang banyak, dan tersusun dari bintang-bintang tua dan muda.
·
Galaksi tak beraturan kaya akan
gas, debu, dan bintang-bintang muda.
·
Inti
Galaksi Aktif
Inti galaksi aktif adalah daerah
yang terletak dipusat sebuah galaksi yang memiliki luminositas yang jauh lebih
besar dibandingkan dengan galaksi biasa.
·
Galaksi
Seyfert
Galaksi Seyfert adalah galaksi
yang intinya menghasilkan spektrum emisi
yang berasal dari gas yang sangat terionisasi. Pancaran gelombang radio
datang dari radiasi sinkroton pada semburan, pancaran inframerah berasal dari
radiasi yang datang dari panjang gelombang lain yang kemudian berinteraksi
dengan debu yang terdapat di dekat ini, dan pancaran padav panjang gelombang
sinar X datang dari hamburan Compton oleh korona bertemperatur tinggi yang
terdapat di dekat inti galaksi.
·
Galaksi
Radio
Galaksi radio adalah galaksi yang
memiliki pancaran sangat kuat dalam panjang gelombang radio; pancaran ini
berasal dari proses sinkroton.
·
Quasar
Karena objek ini merupakan
pemancar gelombang radio yang amat kuat sekaligus merupakan pancaran radiasi
pada panjang gelombang tampak, sehingga penampakkannya mirip bintang, maka
objek ini kemudian diberi nama Quasar.
Quasar adalah kependekan dari quasi
stellar radio sources (sumber pancaran radio yang penampilannya mirip
bintang). Jika sebuah Quasar memiliki periode perubahan kecerlangan sebesar Δt
maka ukuran objek ini pastilah kurang atau sama dengan Δt x kecepatan cahaya.
v EKSOPLANET DAN PENCARIAN
KEHIDUPAN DI LUAR BUMI
·
Metode
Penemuan
Upaya mencari eksoplanet
dilakukan dengan menggunakan metode astrometri, pengukuran kecepatan radial,
pengukuran waktu pulsar, metode transit, pelensaan gravitasi mikro, pengamatan
piringan yang mengelilingi bintang bintang, dan pencitraan secara optik.
Keuntungan metode astrometri adalah ketelitiannya yag cukup tinggi bilamana
jari-jari orbit eksoplanet yang diamati itu besar.
·
Pengukuran
Variasi Periode Pulsar
Pulsar adalah sebuah bintang
netron yang berotasi sambil memancarkan gelombang radio. Dale Frail berhasil
menemukan planet yang mengorbit pulsar
PSR 1257+12, dan ini merupakan planet pertama yang ditemukan di luar
tata surya.
·
Metode
transit
Metode transit sangat bagus untuk
mengukur jari-jari sebuah ekssoplanet. Metode transit juga memungkinkan kita
mempelajari atmosfer eksoplanet tersebut.
·
Pengamatan
Di Luar Angkasa
Teleskop yang dipakai untuk
melakukan pengamatan di luar angkasa terbebas dari turbulensi atmosfer sehingga
resolusi yang diperoleh akan lebih tinggi.
·
Jenis-jenis
Eksoplanet
Dalam klasifikasi ini,
planet-planet yang berupa raksasa gas dibagi menjadi lima kelas, di mana di
sini dianggap bahwa komposisi atmosfer eksoplanet tersebut mirip dengan
komposisi Yupiter.
Ø Kelas
I : Eksoplanet yang memiliki awan
ammonia
Ø Kelas
II : Eksoplanet
yang memiliki awan uap air
Ø Kelas
III : Eksoplanet tak berawan
Ø Kelas
IV : Logam serapan alkali
Ø Kelas
V : Awan silikat
0 komentar:
Posting Komentar